logo


Penangkapan Gus Nur Disamakan Era Belanda dan Jepang, Ferdinand Hutahaean Heran dengan Fadli Zon

Pasalnya, Fadli merupakan anggota DPR yang ikut mengesahkan UU ITE.

27 Oktober 2020 19:26 WIB

Indonesia Inside

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Eks Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengkritik pernyataan anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon yang menyebut penangkapan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur seperti zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Ferdinand menilai politisi Partai Gerindra itu tak seharusnya bersikap seperti itu. Pasalnya, Fadli merupakan anggota DPR yang ikut mengesahkan UU ITE beserta undang-undang terkait lainnya.

"Sebagai seorang anggota @DPR_RI yang pernah turut mengesahkan banyak UU yang mengatur tentang ITE, hak menyampaikan pendapat di muka umum, dan banyak UU lain, tak sepatutnya bang Fadli komentar seperti ini,” cuit Ferdinand di akun Twitternya, dikutip pada Selasa (27/10).


Macron Rasis, Fadli Zon: Mari Boikot Produk Prancis!

Menurutnya, penangkapan Gus Nur dilakukan oleh pihak kepolisian sesuai UU yang turut disahkan Fadli Zon selaku anggota DPR.

“Karena penangkapan itu berdasar UU yang abang turut sahkan sebagai DPR, bukan atas pesanan penjajah," kata Direktur Eksekutif Energi Watch itu.

Sebelumnya, Fadli Zon mensejajarkan penangkapan Gus Nur seperti era penjajahan Belanda dan Jepang. Dia menganggap penangkapan Gus Nur sebagai suatu penistaan terhadap konstitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).

"Penangkapan-penangkapan seperti ini mirip seperti di zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu," kicau Fadli melalui akun Twitternya.

Laporkan Gus Nur, GP Ansor Ngaku Sudah Tabayyun Berkali-kali

Halaman: 
Penulis : Iskandar