logo


Minta Jokowi Bersikap Soal Macron, GP Ansor: Saya Khawatir Butuh Islam Saat Kampanye Capres Saja

GP Ansor sebut sudah banyak negara yang meminta Macron meminta maaf atas pernyataannya

27 Oktober 2020 06:30 WIB

Presiden Joko Widodo  pada saat pelaksanaan sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020)
Presiden Joko Widodo pada saat pelaksanaan sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020) HUMAS MPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Luqman Hakim meminta kepada Presiden Joko Widodo agar bersikap atas pernyataan kontroversial Presiden Emmanuel Macron yang menghina umat Islam.

"Sebagai Presiden negara muslim terbesar, Pak @jokowi perlu nyatakan sikap terhadap Marcon, mewakili umat Islam Indonesia yang tidak terima agamanya dihina," tulis Luqman Hakim di akun Twitter pribadinya, Senin (26/10/2020).

Luqman menilai jika Jokowi tidak menyatakan sikap terhadap Presiden Macron, ia khawatir persepsi publik akan menyebut Jokowi membutuhkan umat Islam hanya untuk kepentingan pilpres semata.


Kecam Pernyataan Macron yang Hina Islam, PA 212 Akan Boikot Produk Prancis

"Jika Pak @jokowi diam terhadap masalah ini, saya khawatir makin kuat persepsi bahwa Pak Jokowi hanya butuh umat Islam saat kampanye capres aja," ujarnya.

Politikus PKB tersebut mengatakan bahwa sudah banyak negara yang meminta Macron meminta maaf atas pernyataannya. Namun, belum ada sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia.

"Sudah hampir sebulan Presiden Prancis Emmanuel Marcon menghina Islam dengan menyebut Islam sebagai agama krisis. Sudah banyak negara yang nuntut Marcon minta maaf pada umat Islam. Sampai saat ini, saya belum dengar/baca pernyataan Pak @jokowi sebagai Presiden negeri muslim terbesar soal ini," lanjutnya.

Desak Menlu Panggil Dubes Prancis, MUI: Macron Harus Belajar Banyak Tentang Islam!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati