logo


Indonesia Disebut Kurang Demokratis, Ini Kata Jubir Presiden

Sebanyak 62,4 persen responden mengatakan bahwa demokrasi masih belum sempurna.

26 Oktober 2020 19:45 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lembaga survei Indikator mengungkapkan bahwa hasil surveinya adalah ada tren penurunan dukungan terhadap demokrasi.

Juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, mengatakan bahwa Jokowi menjalankan demokrasi sesuai UUD 1945.

"Presiden Jokowi tegak lurus dan menegakkan sumpah presiden untuk menjalankan Demokrasi-Konstitusional UUD 1945 dan peraturan-perundangan demokratis seperti UU Nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum," kata Fadjroel kepada wartawan, Senin (26/10).


Jokowi Minta MUI, NU, dan Muhammadiyah Dilibatkan Terkait Vaksinasi Covid-19

Sebelumnya, Indikator melakukan survei pada 24-40 September 2020. Sebanyak 62,4 persen responden mengatakan bahwa demokrasi masih belum sempurna.

"62,4 persen menyatakan meskipun demokrasi tidak perfect tapi mereka menganggap demokrasi adalah sistem pemerintah," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dalam hasil survei bertajuk 'Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', Sabtu (25/10).

"Kalau kita cek trennya memang ada penurunan. Dibanding bulan Februari baseline, saat itu 72,9 persen yang menganggap demokrasi sebagai sistem terbaik, ada penurunan dibanding bulan Februari tapi yang saya katakan masih mayoritas," jelasnya.

Ada 36 persen responden yang menyatakan bahwa demokratis di Indonesia saat ini kurang.

"Menurut Ibu/Bapak apakah Indonesia saat ini menjadi demokratis atau kurang demokratis atau sama saja. Ada 36 persen yang mengatakan bahwa Indonesia saat ini menjadi kurang demokratis, proporsi yang mengatakan ini lebih besar ketimbang mengatakan Indonesia menjadi lebih demokratis. Ada 37 persen mengatakan Indonesia tetap sama keadaannya," ujarnya.

Sandiaga Uno Diusulkan Jadi Ketum PPP, Yunarto: Partai Ini Membutuhkan Efek Kejut

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata