logo


Pemerintah Optimistis Pandemi Bakal Bikin Indonesia Semakin Maju

Pemerintah optimis bahwa situasi sulit seperti pandemi dapat menjadi lompatan kemajuan bangsa

26 Oktober 2020 11:46 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menko Polhukam Mahfud MD
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menko Polhukam Mahfud MD Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Satu tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Indonesia dihantam banyak persoalan. Namun, pemerintah optimistis dan terus berupaya untuk dapat tetap mempertahankan dan mencapai target hingga empat tahun ke depan.

Dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Jitunews, Senin (26/10), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa momentum pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi bangsa ini mestinya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kemajuan bangsa lewat berbagai lompatan inovasi.

Di sektor pendidikan, misalnya, ia menyebut rencana digitalisasi sekolah yang sudah dirancang pemerintah untuk beberapa tahun ke depan justru dapat terealisasi lebih cepat berkat upaya menjawab tantangan menghadapi situasi pandemi.


Rocky Gerung: SBY Bikin UU ITE untuk Tangkap Penyelundupan, Jokowi Pakai Buat Bikin Borgol

“Meski target secara kualitatif hasil pendidikan di Indonesia masih harus dikoreksi, namun kondisi pandemi telah memaksa digitalisasi sekolah berjalan lebih cepat. Inovasi seperti ini bisa menjadi batu loncatan bagi kita untuk mewujudkan negara Indonesia yang lebih maju,” ujarnya saat wawancara bersama empat Menko di acara Indonesia Bicara yang disiarkan langsung oleh TVRI, Minggu (25/10) malam.

Menurut Menko PMK, percepatan digitalisasi di sektor pendidikan sekaligus memberi kesempatan bagi pemerintah untuk mewujudkan target Indonesia Emas pada 2045. Apalagi, negara ini ditaksir bakal menghadapi bonus demografi dengan jumlah usia produktif yang mendominasi.

"Ingat, kalau kita gagal memanfaatkan momentum bonus demografi, yang kita panen bukan bonus tapi malapetaka demografi. Jadi hikmah yang ada sekarang harus kita manfaatkan betul," tukasnya.

Lebih lanjut, di sektor kesehatan, Muhadjir menjelaskan ada banyak lompatan-lompatan besar telah dilakukan terutama dalam perkembangan fasilitas layanan kesehatan. Per-April jumlah RS rujukan hanya 429, tetapi per-Oktober mencapai 845 RS rujukan.

Kenaikan jumlah tempat tidur di RS, keberadaan ventilator, hingga fasilitas laboratorium untuk uji spesimen juga meningkat secara signifikan. Tak dimungkiri hal itu terjadi sejak wabah Covid-19 mulai melanda pada Maret lalu.

"Jadi selain di sektor pendidikan, terobosan besar-besaran juga terjadi di sektor kesehatan. Seperti pesan presiden, kita harus memanfaatkan momentum yang tidak bagus, musibah ini, untuk kepentingan yang lebih baik," pungkas Menko PMK.

Pada kesempatan tersebut, ia pun menyatakan kerja keras pemerintah untuk mencapai target pembangunan harus melibatkan banyak pihak. Koordinasi antar kementerian/lembaga dan lintas Kemenko juga menjadi kunci sukses dalam pencapaian target visi misi presiden 2019-2024.

Hal itu sebagaimana diungkapkan seluruh Menko, baik Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Menko Marves Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Kritik Jokowi Soal Jurassic Park di NTT, Walhi: Konflik Antara Komodo dengan Manusia akan Semakin Tinggi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia