logo


Uni Eropa Sebut Pernyataan Erdogan terhadap Presiden Perancis Tidak Dapat Diterima

Presiden Komisi Uni Eropa Joseph Borrell mengatakan bahwa pernyataan Erdogan yang menyebut Presiden Perancis Emmanuel Macron perlu mendapat pemeriksaan kejiwaan adalah pernyataan yang tidak dapat diterima

26 Oktober 2020 10:15 WIB

Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan Ist

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Presiden Komisi Uni Eropa Joseph Borrell menyebut pernyataan Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan terhadap Presiden Perancis Emmanuel Macron tidak dapat diterima. Hal tersebut ia sampaikan dalam cuitannya di Twitter, Minggu (25/10).

"Kami meminta Turki untuk menghentikan spiral konfrontasi yang berbahaya ini," kata Borrell.

Pada pekan lalu, Perancis dikejutkan dengan adanya insiden pembunuhan seorang guru, Samuel Paty, di pinggiran kota Paris. Paty dibunuh oleh seorang remaja 18 tahun usai dirinya memperlihatkan sejumlah gambar karikatur Nabi Muhammad kepada para murid saat memberikan pelajaran sejarah mengenai kebebasan berpendapat.


Donald Trump Sebut Rusia Danai Kampanye Joe Biden, Putin: No Komen

Pihak kepolisian Perancis berhasil menembak mati pelaku pembunuhan beberapa jam kemudian, dan langsung menggelar investigasi terkait insiden pembunuhan tersebut.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut insiden pembunuhan tersebut sebagai serangan teroris dan menutup ratusan masjid yang ada di Perancis serta memperketat keamanan di sekolah-sekolah.

Kematian guru 47 tahun tersebut kemudian memicu sejumlah aksi protes di seluruh Perancis, dimana Samuel Paty berubah menjadi simbol perjuangan warga Paris melawan terorisme Islam.

Erdogan Sebut Presiden Macron Gangguan Mental, Kedubes Perancis untuk Turki Dipulangkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia