logo


Elektabilitas PPP Terjun Bebas, Pengamat: Imbas Korupsi Mantan Ketumnya

Selain eks ketum terjerat korupsi, PPP dianggap partai tua yang kurang diminati anak muda

26 Oktober 2020 09:00 WIB

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. wikipedia.org

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik dari Universiitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin buka suara terakait elektabilitas PPP yang turun menjadi nol koma. Menurutnya hal tersebut terjadi sebagai dampak eks ketua umum PPP yang terjerat kasus korupsi yakni Suryadharma Ali dan Romahurmuziy.

"Faktornya karena korupsi yang pernah mendera dua ketua umumnya. Pemberitaan terkait korupsi ke PPP membuat partai tersebut menurun elektabilitasnya. Karena bagaimanapun PPP partai Islam. Ketika terkena imbas korupsi mantan ketumnya, membuat PPP tergerus elektabilitas," kata Ujang kepada wartawan, Minggu (25/10/2020).

Selain itu, PPP dinilai sebagai partai tua yang kurang diminati anak muda. Aapalagi saat ini muncul parati Islam baru yang mampu menggaet kaum milenial.


Sandiaga Uno Diusulkan Jadi Ketum PPP, Habiburokhman: Insyaallah Betah Banget di Gerindra

"Faktor lainnya , karena banyak bermunculan partai-partai baru yang nge-gas menggarap milenial. Sedangkan PPP dianggap partai tua yang kurang diminati kaum muda," lanjutnya.

Diketahui,berdasarkan survei lembaga Indikator Politik Indonesia elektabilitas PPP turun dari 1,7% menjadi 0,6 %. Survei tersebut dilakukan pada 24-30 September 2020. Metode survei dilakukan dengan wawancara via telepon  kepada 1.200 responden.

Elektabilitas Gerindra Naik Pesat, Indikator Politik Sebut karena Main 2 Kaki dengan Pengkritik Fadli Zon

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati