logo


Dituding Terlibat Pengembangan Malware Berbahaya, Insitut Riset Rusia Dapat Sanksi dari AS

Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada sebuah institut riset Rusia yang terlibat dalam pengembangan dan serangan malware berbahaya pada 2017 lalu

24 Oktober 2020 18:18 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Pixabay

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Jumat (23/10) menjatuhkan sanksi terhadap sebuah institut riset Rusia yang berupaya mengembangkan sebuah program malware yang dapat menyebabkan kerusakan untuk sektor industri. Hal tersebut mendapat bantahan dari Rusia, dimana mereka menyebut tudingan tersebut melanggar hukum karena tidak memiliki bukti.

Departemen Keuangan AS telah menuding Institut Riset yang didukung oleh pemerintah Rusia yang disebut dengan TsNIIKhM, bertanggung jawab atas pembangunan sebuah tool yang memungkinkan untuk digunakan dalam melakukan serangan siber terhadap sebuah fasilitas petrokimia di Timur Tengah pada tahun 2017 lalu.

Nathan Brubaker, seorang analis perusahaan keamanan siber FireEye, yang menemukan software yang terlibat dalam serangan siber tersebut, mengatakan bahwa malware yang ada dalam software tersebut dapat benar-benar merusak fasilitas seperti memicu kebakaran ataupun ledakan.


Cegah Peningkatan Kasus Covid-19, Warga Inggris Diminta Buka Jendela saat Musim Dingin

"Sifat ancaman dari walware tersebut sangat menakutkan," kata Brubaker dikutip dari Reuters, Sabtu (24/10).

"Bisa meledakkan benda dan membunuh orang, itu sangat menakutkan," tambahnya.

Menanggapi adanya sanksi tersebut, Duta besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov membantah dan menilai tuduhan AS tersebut tidak berdasar.

"Rusia, tidak seperti AS, tidak pernah melakukan operasi serangan dalam domain siber," katanya.

"Kami meminta AS untuk meninggalkan praktek kejam dengan tuduhan yang tidak memiliki bukti tersebut," tukasnya.

Rusia Sebut Sejumlah Negara Berniat Bentuk Organisasi Tandingan Dewan Keamanan PBB

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia