logo


Presiden XI Jinping Sebut China Siap Perang dengan Siapapun yang Ganggu Mereka

Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa pihaknya tidak akan takut berperang dengan semua pihak yang mengganggu keamanan dan kedaulatan China

24 Oktober 2020 17:00 WIB

Kapal Perang China
Kapal Perang China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Presiden China Xi Jinping pada Jumat (23/10) memperingatkan bahwa China tidak takut untuk berperang dengan pihak manapun yang mengganggu kedaulatan, keamanan dan integritas nasional mereka. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah pidato dalam upacara peringatan 70 tahun tentara China ikut terlibat dalam perang Korea.

"Tujuh puluh tahun yang lalu, para penjajah melakukan baku tembak di depan pintu sebuah China yang baru," kata Xi dikutip dari South China Morning Post.

"Rakyat China memahami bahwa anda harus menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh para penjajah, yaitu dengan melawan perang dengan perang dan menghentikan penjajahan dengan kekuatan, mendapatkan perdamaian dan keamanan melalui kemenangan. Rakyat China tidak akan membuat masalah tapi bukan karena kami takut, dan apapun kesulitan atau tantangan yang kami hadapi, kaki kami tidak akan gentar dan punggung kami tidak akan bengkok," tegasnya.


Erdogan Tak Gubris Kecaman AS soal Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Buatan Rusia

Sebagai mana diketahui, hubungan antara China dengan Amerika Serikat belakangan ini tengah mencapai titik didih. Kedua negara superpower tersebut juga terlibat pertikaian di hampir semua sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga masalah HAM.

Isu pertikaian dengan China ini bahkan dijadikan oleh Donald Trump sebagai bahan kampanyenya untuk dapat memenangkan kembali pilpres AS yang akan digelar pada 3 November mendatang.

Pada awal pekan ini, Amerika Serikat bahkan menerima permohonan pembelian senjata oleh pemerintah Taiwan senilai USD 1,8 miliar. Rencana penjualan senjata AS ke Taiwan tersebut memicu kemarahan Beijing. Pasalnya, Beijing masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah teritorialnya.

Eropa dan Amerika Utara Sedang Alami Periode Krusial dalam Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia