logo


Erdogan Tak Gubris Kecaman AS soal Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Buatan Rusia

Presiden Turki berniat untuk melanjutkan operasional sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia meski mendapat kecaman dari AS

24 Oktober 2020 16:00 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Republika

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada Jumat (23/10) mengkonfirmasi bahwa Turki telah melakukan uji coba sistem rudal pertahanan buatan Rusia S-400 pertama mereka, dan akan terus melanjutkannya meskipun mendapat kecaman dari sejumlah pihak internasional, termasuk Amerika Serikat.

"Soal adanya uji coba, itu benar," kata Erdogan kepada para wartawan dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (24/10).

"Uji coba tersebut telah dilakukan dan akan dilanjutkan," tambahnya.


Korea Utara Minta Warganya Hindari Badai Kuning dari China yang Bawa Virus Covid-19

"Bagaimana tidak melakukan uji coba terkait kemampuan yang kami miliki? Tentu saja kami tidak akan berkonsultasi kepada AS. Kami tidak meminta persetujuan dari AS," lanjutnya.

Sementara itu, pihak Pentagon telah mengecam langkah Turki yang melakukan uji coba sistem rudal S-400 buatan Rusia tersebut. Pentagon bahkan mengancam tindakan Turki tersebut akan berbuah konsekuensi.

"Departemen Pertahanan AS mengecam uji coba sistem pertahanan udara S-400 yang digelar pada 16 Oktober oleh Turki," kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.

"Kami keberatan dengan uji coba Turki mengenai sistem pertahanan tersebut, yang berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi hubungan keamanan kami (AS-Turki)," tambahnya.

"Operasional sitem S-400 tidak konsisten dengan komitmen Turki sebagai negara aliansi NATO dan AS," lanjutnya.

Sementara itu, Sekjen NATO Jens Stoltenberg dalam kunjungannya ke Turki pada awal bulan ini juga mengatakan bahwa sistem pertahanan S-400 tidak bisa diintegrasikan dengan sistem pertahanan udara milik NATO.

"Ini berarti orang-orang tersebut sangat terganggu terlebih karena ini adalah senjata buatan Rusia," kata Erdogan.

AS Segera Bangun Pangkalan di Wilayah Pasifik untuk Hadapi Angkatan Laut China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia