logo


Dukung Perdamaian Afghanistan, NATO Minta Taliban Putuskan Hubungan dengan Al Qaeda

Sekjen NATO mengatakan bahwa jumlah personil pasukannya yang bertugas di Afganistan telah dikurangi untuk mendukung proses perdamaian

24 Oktober 2020 14:30 WIB

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pihaknya telah mengurangi jumlah pasukan yang ditugaskan di Afghanistan sehingga personil aktif yang ada di negara tersebut saat ini kurang dari 12 ribu.

"NATO mendukung proses perdamaian (Afghanistan), dan kami telah menyesuaikan jumlah personil kami untuk mendukung upaya tersebut; beberapa tahun lalu, kami memiliki 100 ribu pasukan yang ditugaskan dalam operasi militer. Saat ini kami telah menguranginya hingga dibawah 12 ribu," kata Stoltenberg dalam konferensi pers usai mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan NATO, dikutip dari Sputniknews, Sabtu (24/10).

Untuk mempercepat proses perdamaian, Stoltenberg menegaskan bahwa pihak Taliban harus memutus hubungan mereka dengan kelompok Al-Qaeda yang merupakan organisasi teroris.


Presiden Xi Jinping Tak Akan Biarkan Kedaulatan China Dirusak oleh Pihak Asing

"Taliban harus menghentikan tindak kekerasan untuk membuka jalan adanya gencatan senjata. Mereka juga harus memutuskan hubungan dengan AL Qaeda dan sejumlah kelompok teroris lainnya sehingga Afghanistan tidak akan lagi menjadi target serangan teroris," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Stoltenberg juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya PBB dalam menyelesaikan konflik Libya.

"Kami menyambut baik adanya pengumuman gencatan senjata. Kami juga sangat mendukung upaya PBB dalam mencari solusi politik yang damai pada konflik Libya," tukasnya.

Donald Trump Sebut Polusi Udara di India "Menjijikan"

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia