logo


Perancis Hadapi Gelombang Kedua Covid-19, Virus Menyebar Lebih Cepat

Salah satu pakar kesehatan Perancis mengatakan bahwa penyebaran virus Covid-19 pada gelombang kedua lebih cepat dari gelombang pertama

23 Oktober 2020 19:03 WIB

Perancis mengeluarkan aturan kewajiban penggunaan masker di seluruh bagian kota Paris mulai Jumat (28/8)
Perancis mengeluarkan aturan kewajiban penggunaan masker di seluruh bagian kota Paris mulai Jumat (28/8) ABC News

PARIS, JITUNEWS.COM - Penyebaran virus Corona Covid-19 pada gelombang kedua lebih cepat daripada yang terjadi pada gelombang sebelumnya yang terjadi di musim semi lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Arnaud Fontanet, salah satu pakar kesehatan terkenal di Perancis.

"Virus ini bersirkulasi lebih cepat...peningkatan kasus dimulai sejak Agustus," ujarnya kepada BFM TV dilansir dari Sky News Jumat, (23/10).

Ia mengatakan bahwa Perancis telah berupaya untuk mengendalikan wabah tersebut pada bulan Juni lalu, namun karena jumlah kasus aktif terus mengalami penurunan hingga akhir Agustus, maka pemerintah melonggarkan penerapan protokol kesehatan sehingga kasus kembali meningkat.


Presiden Rusia Sebut China dan Jerman Akan Jadi Negara Superpower Baru

"Dan kemudian ada satu pekan yang dingin di bulan September dan semua indikator kembali menuju arah yang salah di seluruh Eropa. Virus menyebar lebih baik di cuaca dingin karena kita akan lebih lama berada di dalam ruangan," tambahnya.

"Kita sebenarnya telah memiliki banyak peralatan untuk melindungi diri kita dari virus namun kita masih saja menghadapi periode sulit," lanjutnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jean Castex memperingatkan bahwa bulan November akan menjadi periode yang sulit bagi masyarakat Perancis sehingga pemerintah terpaksa memperpanjang jam malam di sejumlah kota dan wilayah Perancis.

"Gelombang kedua wabah Covid-19 saat ini sedang terjadi di Perancis dan Eropa. Situasi saat ini sangatlah serius," kata Castex dalam sebuah konferensi pers pada pekan lalu.

Pada Kamis (22/10), Perancis melaporkan 41,662 kasus Covid-19 tambahan, yang merupakan penambahan kasus terbanyak yang terjadi dalam 24 jam sejak awal wabah.

Dengan penambahan kasus tersebut, kini jumlah total kasus Covid-19 di Perancis telah lebih dari satu juta kasus, dengan 34,200 diantaranya berakhir dengan kematian.

Rusia Kecam Pembangunan Pemukiman Yahudi di Tepi Barat oleh Israel

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia