logo


Rusia Kecam Pembangunan Pemukiman Yahudi di Tepi Barat oleh Israel

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut tindakan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat adalah tindakan yang ilegal

23 Oktober 2020 18:30 WIB

Wilayah Tepi Barat
Wilayah Tepi Barat istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Rusia sangat khawatir dengan rencana perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat yang mencaplok wilayah Palestina. Ia menyebut hal tersebut ilegal dan melanggar UU Internasional.

"Kami sangat khawatir dengan keputusan Israel untuk memperluas pemukiman Israel di Tepi Barat," kata Maria Zakharova dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (23/10).

"Esensinya, ini berarti mencaplok teritorial Palestina sesuai dengan kesepakatan yang dipromosikan oleh pemerintah AS," tambahnya.


Greenpeace Kecam Rencana Jepang Buang Limbah Air Radioaktif Fukushima ke Laut

Pada 17 Oktober lalu, pemerintah Israel menyetujui adanya pembangunan 12,159 pemukiman ilegal di Tepi Barat, dan mengeluarkan tiga instruksi kepada militer mereka untuk menyita 2,700 acre wilayah di Lembah Jordan.

Langkah tersebut dilakukan satu bulan usai Uni Emirat Arab dan Bahrain setuju untuk menormalisasi hubungan atau membangun hubungan diplomasi dan perdagangan dengan Israel, hasil mediasi Amerika Serikat.

Wilayah Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur, dinyatakan sebagai wilayah pendudukan dibawah hukum internasional, sehingga membuat pemukiman Yahudi di wilayah tersebut adalah tindakan ilegal.

Pada tahun 1967, Israel menduduki sebagian besar teritorial Palestina, termasuk Tepi Barat, jalur Gaza, dan Semenanjung Sinai, serta bagian barat dari dataran tinggi Golan.

Dewan Keamanan PBB sebenarnya telah meminta Israel untuk membebaskan teritorial yang mereka duduki tersebut, namun permintaan tersebut hingga kini belum mendapat respon dari Israel.

Presiden Rusia Sebut China dan Jerman Akan Jadi Negara Superpower Baru

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia