logo


Greenpeace Kecam Rencana Jepang Buang Limbah Air Radioaktif Fukushima ke Laut

Greenpeace mengatakan bahwa air terkontaminasi senyawa radioaktif bekas reaktor nuklir Fukushima tersebut berbahaya bagi lingkugan hidup dan dapat merusak DNA manusia

23 Oktober 2020 17:00 WIB

Reaktor nuklir Fukushima
Reaktor nuklir Fukushima istimewa

TOKYO, JITUNEWS.COM - Kelompok pecinta lingkungan hidup, Greenpeace, melaporkan bahwa air terkontaminasi dari bekas reaktor nuklir Fukushima Jepang yang akan dialirkan ke lautan oleh pemerintah Jepang mengandung substansi radioaktif yang berpotensi merusak DNA manusia.

Greenpeace mengklaim bahwa 1.23 ton air yang tersimpan di lebih dari 1000 tangki tersebut mengandung senyawa radioaktif isotope carbon-41 yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup, termasuk manusia, karena adanya kandungan zat tritium.

Sebelumnya, media Jepang melaporkan bahwa pemerintah segera memberikan persetujuan untuk mengalirkan air yang ada di bekas reaktor nuklir Fukushima Daiichi ke Samudera Pasifik, meskipun telah diprotes oleh para nelayan lokal yang menilai langkah tersebut dapat menghancurkan mata pencaharian mereka.


Israel Diam-diam Sudah Operasikan Kantor Perwakilan di Bahrain, Sepuluh Tahun Sebelum Normalisasi Hubungan

"Kami tidak dapat menunda isu ini selamanya," kata Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada pekan ini dikutip dari The Guardian, Jumat (23/10).

"Kami akan membuat keputusan secara bertanggung jawab sesegera mungkin," tambahnya.

Zat tritium sendiri tidak dapat dihilangkan dengan sistem penyaringan air yang digunakan oleh operator pembangkit tenaga listrik tokyo (Tepco), dimana Greenpeace Jepang dan Greenpeace Asia Timur menambahkan bahwa radioaktif carbon yang terkandung di dalam air yang tersimpan di Fukushima juga akan dialirkan.

"Carbon-14 sangat penting mengingat hal tersebut merupakan sebuah kontributor besar terhadap radiasi manusia dan memiliki potensi untuk merusak DNA manusia," kata Greenpeace.

Mereka juga mengatakan bahwa selama ini pemerintah Jepang telah menyembunyikan informasi detail mengenai tingkat material radioaktif dalam air yang terkontaminasi tersebut. Mereka bahkan tidak menjelaskan secara rinci kepada masyarakat Fukushima dan sejumlah negara tetangga seperti China dan Korea Selatan mengenai air yang mengandung senyawa berbahaya tersebut akan dibuang ke Samudera Pasifik.

Pemerintah Jepang diperkirakan akan mengumumkan keputusan mereka terkait hal tersebut pada pekan depan. Sejumlah laporan media mengatakan bahwa proyek pembuangan air terkontaminasi radioaktif itu paling cepat dimulai pada tahun 2022.

Vladimir Putin Sebut Korban Tewas dalam Konflik Nagorno-Karabakh Hampir 5 Ribu Orang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia