logo


Israel Diam-diam Sudah Operasikan Kantor Perwakilan di Bahrain, Sepuluh Tahun Sebelum Normalisasi Hubungan

Kantor berita Axios melaporkan bahwa Israel sudah mengoperasikan sebuah kantor perwakilan di Bahrain sejak tahun 2009 silam

23 Oktober 2020 14:54 WIB

Bendera Israel
Bendera Israel istimewa

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Israel diam-diam telah mengoperasikan sebuah kantor perwakilan mereka di Bahrain selama lebih dari satu dekade sebelum kedua negara pada tahun ini sepakat untuk menandatangani perjanjian normalisasi hubungan. Hal tersebut diungkap oleh kantor berita Axios, dilansir dari Sputniknews pada Jumat (23/10).

Menurut Axios, sejak tahun 2009, sebuah perusahaan yang disebut The Center for International Development, telah menyediakan sebuah layanan rahasia bagi perusahaan Israel yang berbisnis dengan Bahrain. Meskipun demikian, namun Axios melaporkan bahwa kantor tersebut sempat beberapa kali berganti nama dimana nama terakhirnya sejauh ini masih rahasia.

Axio juga melaporkan bahwa fasilitas tersebut memperkerjakan sejumlah diplomat Israel yang memiliki status kewarganegaraan ganda, dimana tak sedikit dari mantan pegawai kantor tersebut yang kemudian bekerja di Kementerian Luar Negeri Israel. Axios juga mencatat bahwa hanya sedikit dari pejabat Bahrain yang mengetahui keberadaan kantor ini dimana mereka khawatir jika informasi terkait hal itu akhirnya terbongkar.


Dituduh sebagai Dalang Percobaan Pemunuhan Navalny, Vladimir Putin Bilang Begini

Hingga bulan September 2020, Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Bahrain, dan sejumlah negara Arab lainnya, karena mereka tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara yang merdeka. Padahal, Israel sendiri telah memproklamirkan kemerdekaannya dari Kerajaan Inggris pada tahun 1948.

Pada 15 September lalu, Bahrain akhirnya mengikuti jejak Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Menurut sejumlah pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, membangun kantor kedubesnya di Manama, ibu kota Bahrain sangatlah mudah.

"Kita hanya perlu merubah papan tanda di pintunya," katanya.

AS Jatuhkan Sanksi kepada Lima Lembaga Iran yang Ganggu Pilpres AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia