logo


AS Jatuhkan Sanksi kepada Lima Lembaga Iran yang Ganggu Pilpres AS

Pemerintah AS menuding lima lembaga di Iran telah berusaha untuk mengganggu jalannya pilpres AS

23 Oktober 2020 13:58 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Badan Pengendali Aset Asing Kementerian Keuangan AS (OFAC) menuding lima lembaga Iran yang selama ini menjadi kompenen pemerintah Iran, berpura-pura sebagai organisasi berita atau kantor berita dan berupaya mengintervensi proses pemilihan presiden AS 2020.

Kelima lembaga tersebut diantaranya Pasukan Garda REvolusi Islam (IRGC), Pasukan Quds IRGC (IRGC-QF), Institut Bayan Rasaneh Gostar, Radio Islam Iran dan jaringan televisi Union (IRTVU) dan International Union of Virtual Media (IUVM). Kementerian Kuangan AS menuding dua lembaga penyiaran tersebut dikendalikan oleh Pasukan Quds.

Pemerintah AS sendiri pada April 2019 lalu telah menganggap IRGC sebagai organisasi teroris.


Jadi Buruan AS, Edward Snowden Dapat Permanent Residence dari Rusia

Keputusan Kementerian Keuangan AS tersebut muncul sehari usai FBI dan Agen Intelijen Nasional AS menuduh Rusia dan Iran tengah berupaya untuk mempengaruhi hasil akhir pilpres AS yang digelar pada 3 November mendatang.

Menurut OFAC, Bayar Gostar, IRTVU, dan IUVM berada dibawah kendali IRGC dimana ketiga lembaga tersebut berencana mengacaukan pemilu AS dengan mengeksploitasi isu sosial yang ada di AS, termasuk pandemi Covid-19, dan melakukan kampanye hitam terhadap sejumlah tokoh politik AS, serta menyebarkan propaganda dan berita hoaks di AS. IUVM juga dinilai telah menyebarkan teori konspirasi dan informasi keliru mengenai wabah Covid-19 yang sedang terjadi.

Sebagai hasilnya, otoritas AS menyita seluruh properti dan saham yang terkait dengan kelima lembaga tersebut dan berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada semua orang yang melakukan transaksi dengan mereka.

Menanggapi hal itu, juru bicara diplomat Iran di AS Alireza Miryousefi mengatakan bahwa tudingan AS tersebut sangat konyol mengingat Iran tidak memiliki ketertarikan untuk melakukan intervensi terhadap pemilihan umum AS.

Dituduh sebagai Dalang Percobaan Pemunuhan Navalny, Vladimir Putin Bilang Begini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia