logo


Soal Utang Luar Negeri, Bamsoet Minta Sri Mulyani Lebih Hati-hati dan Bijaksana

Bamsoet menilai Indonesia sudah berpengalaman untuk mengelola utang luar negeri, namun tetap perlu kehati-hatian.

23 Oktober 2020 04:30 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani agar lebih bijaksana dan hati-hati dalam mengelola utang luar negeri.

Sebab, Indonesia sudah puluhan tahun berstatus sebagai debitur pada sejumlah lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia, IMF atau Bank Pembangunan Asia.

“Kita semua berharap dan terus mengingatkan Menteri Keuangan untuk tetap berhati-hati dan bijaksana dalam mengelola utang luar negeri,” ujarnya dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (22/10).


Berani Tagih Utang Bambang Trihatmojo, Ini Sebutan Denny Siregar ke Pemerintahan Jokowi

Bamsoet menilai Indonesia sudah berpengalaman untuk mengelola utang luar negeri. Meski begitu, pengelolaan itu tetap memerlukan kehati-hatian dan transparansi.

Mantan ketua DPR RI itu mengatakan, Bank Dunia belum lama ini merilis International Debt Statistics (IDS). Rilis itu membeberkan Indonesia berada di posisi tujuh dari daftar 10 negara berpendapatan kecil-menengah dengan utang luar negeri terbesar.

Utang luar negeri Indonesia tercatat 402,08 miliar dolar AS per 2019. Jumlah itu merupakan akumulasi dari utang luar negeri pemerintah, BUMN dan swasta.

“Membiayai pembangunan bangsa dengan utang bukan aib. Karena pendekatan yang sama juga dilakukan banyak negara, termasuk negara-negara kaya,” ujar Bamsoet.

“Eropa hancur akibat perang dunia II kembali dibangun dengan hibah dan utang. Korea Selatan dan Jepang juga membiayai pembangunan infrastruktur dengan utang,” lanjutnya.

Sri Mulyani Menkeu Terbaik di Asia Pasifik, Fadli Zon: Realitasnya Kita Merasakan Ekonomi Makin Sulit

Halaman: 
Penulis : Iskandar