logo


Turki Nekat Perpanjang Misi Eksplorasi Migas di Mediterania Timur

Kapal riset migas Turki, Oruc Reis, seharusnya mengakhiri misinya pada Kamis (22/10)

22 Oktober 2020 18:38 WIB

Kapal Oruc Reis Turki
Kapal Oruc Reis Turki sputniknews

ANKARA, JITUNEWS.COM - Turki menyatakan bahwa mereka memperpanjang durasi misi eksplorasi migas di wilayah perairan Mediterania Timur yang selama ini menjadi sengketa. Langkah tersebut tentunya akan meningkatkan ketegangan di kawasan karena mengabaikan peringatan yang sebelumnya telah dilontarkan oleh Yunani dan Uni Eropa.

Kapal riset Oruc Reis sebelumnya dijadwalkan mengakhiri misi mereka pada Kamis (22/10) ini, namun mereka masih akan tetap berlayar hingga 27 Oktober mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Angkatan Laut Turki dilansir dari Al Jazeera.

Menurut pengumuman AL Turki tersebut, dua kapal riset lainnya, yakni Ataman dan Cengiz Han, juga akan melakukan pemindaian bawah laut di sebelah tenggara pulau Rhodes, Yunani.


Menkes Jerman Positif Covid-19 Usai Rapat Kabinet, kok Menteri Lainnya Tak Dikarantina?

Untuk diketahui, Turki dan Yunani sejauh ini saling berebut cadangan hidrokarbon di Laut Mediterania Timur. Ketegangan yang terjadi dalam hubungan kedua negara anggota NATO tersebut meningkat di bulan Agustus lalu setelah Turki mengirimkan kapal Oruc Reis ke wilayah perairan tersebut, dimana Yunani dan Siprus mengklaim kapal tersebut telah melanggar batas teritorial mereka.

Turki sebenarnya telah menarik pulang kapal tersebut untuk memulai negosiasi dengan Yunani, sebelum Uni Eropa berencana untuk menjatuhkan sanksi terhadap Turki jika mereka tetap melanjutkan program eksplorasi migas tersebut.

Merasa diancam, Turki justru melanjutkan kegiatan tersebut dan memicu amarah dari Yunani.

Yunani menyatakan bahwa Turki telah melanggar UU Internasional usai memasuki wilayah mereka di dekat pulau Kastellorizo.

Namun, Turki menegaskan bahwa pulau kecil tersebut seharusnya tidak dihitung masuk dalam wilayah kedaulatan Yunani.

China Ancam Lakukan Balasan jika AS Benar-benar Jual Senjata ke Taiwan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia