logo


Vaksin Corona Tunggu Izin BPOM, Airlangga: Tentu Waktunya Segera

Airlangga mengatakan bahwa vaksinasi corona menunggu sertifikasi dari BPOM

22 Oktober 2020 15:17 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto\n\n
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dok. Kemenperin

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dilibatkan dalam program vaksinasi virus corona.

"Pertama, IDI dilibatkan beberapa kali. Saya sendiri juga ketemu dengan IDI, mulai asosiasi yang untuk anak, untuk paru-paru, kemudian juga yang lain, termasuk juga kita bicara dengan Indonesia Technical Advisory Group Immunization ataupun ITAGI," kata Airlangga dalam siaran YouTube BNPB, Kamis (22/10).

Airlangga mengatakan bahwa vaksinasi corona menunggu sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurutnya, proses uji klinis vaksin diperkirakan selesai pada Desember 2020.


Rapat di Kawasan Puncak, DPRD DKI Sebut Lebih Aman dari Penularan Corona

"Tentu waktunya segera setelah mendapatkan sertifikasi oleh Badan POM. Jadi kalau timing itu tidak ada yang menentukan kapan, tetapi ikut berproses. Proses clinical trial itu diperkirakan sampai Desember. Jadi Desember baru kita mendapatkan clinical trial yang di Bandung," ujarnya.

Airlangga mengatakan bahwa pemerintah mengutamakan keselamatan warga yang akan menjalani vaksin. Maka dari itu, pemerintah akan memperhatikan kesiapan fasilitas untuk vaksinasi setelah izin dari BPOM keluar.

"Tentu sesudah clinical trial, baru BPOM bisa memberikan perizinan, dan sesudah juga lihat fasilitas. Kalau dalam bentuk vaksin jadi, lihat fasilitasnya Sinovac atau Sinopharm, kalau yang diproduksi di Bio Farma, lihat fasilitas di Bio Farma. Jadi timing-nya sangat bergantung pada hasil perizinan dari Badan POM," jelasnya.

"Jadi tidak menentukan tanggal sekian, bulan sekian, tapi ini mengikuti kepada hasil penelitian clinical trial dan mengutamakan keselamatan jiwa manusia. Keselamatan jiwa manusia adalah hukum tertinggi," lanjut Airlangga.

AS Sebut China Berusaha Curi Hasil Riset Vaksin Covid-19 Negara-negara Barat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata