logo


AS Setujui Permohonan Penjualan Senjata ke Taiwan Senilai USD 1.8 Miliar

Pemerintah AS menyetujui rencana pembelian senjata yang diajukan oleh pemerintah Taiwan

22 Oktober 2020 14:05 WIB

Ilustrasi senjata
Ilustrasi senjata istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pentagon mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri AS telah menyetujui potensi pembelian tiga sistem persenjataan ke Taiwan, termasuk sejumlah sensor, rudal dan artileri yang nilainya setara dengan USD 1.8 Miliar.

Dalam permohonan penjualan yang juga telah mendapatkan persetujuan dari pihak Kongres tersebut diantaranya adalah 11 truk peluncur roket buatan Lockheed Martin Corp yang disebut HIMARS (High Mobility Artilery Rocket System), yang ditaksir senilai USD 436.1 juta, 135 rudal darat jenis AGM-84H senilai USD 1.008 miliar, serta enam sensor MS-110 untuk pesawat tempur seharga USD 367.2 juta.

Disetujuinya permohonan penjualan senjata AS tersebut disambut baik oleh Menteri Pertahanan Taiwan Yen De-fa. Ia mengatakan bahwa pihaknya memerlukan perlengkapan dan peralatan militer yang memadai meskipun tidak ingin terlibat peperangan dengan China Daratan.


AS Sebut China Berusaha Curi Hasil Riset Vaksin Covid-19 Negara-negara Barat

Berbicara di depan para wartawan, Yen mengatakan bahwa AS membantu Taiwan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan untuk menghadapi ancaman musuh.

"Ini menunjukkan pentingnya untuk melekat kepada AS dalam hal keamanan di Indo Pasific dan Selat Taiwan. Kami akan terus memperkuat hubungan keamanan kita dengan AS," kata Yen dikutip dari Al Jazeera, Kamis (22/10).

Sementara itu, Kedutaan Besar China masih belum berkomentar mengenai pengumuman ini. Namun, pada pekan lalu kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan dapat merusak kedaulatan nasional dan keamanan China.

Oleh karena itu, mereka mendesak Washington untuk membatalkan rencana penjualan senjata tersebut dan memperingatkan jika China akan membuat respon yang diperlukan sesuai dengan perkembangan situasi.

 

Tak Ingin Rakyatnya Jadi Kelinci Percobaan, Presiden Brazil Tolak Vaksin Covid-19 Buatan China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia