logo


Intelijen AS Sebut Iran dan Rusia Coba Intervensi Pilpres AS

Direktur Intelijen Nasional AS John Ratcliffe mengatakan bahwa Iran dan Rusia berupaya untuk ikut campur proses pemilu AS

22 Oktober 2020 12:42 WIB

Ilustrasi - internet
Ilustrasi - internet

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Direktur Intelijen Nasional AS John Ratcliffe pada Rabu (21/10) mengatakan bahwa Rusia dan Iran telah berupaya untuk mengintervensi pilpres AS 2020 ini. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers bersama Direktur FBI, Chris Wray.

Pengumuman yang dilakukan dua pekan sebelum pilpres tersebut menunjukkan bahwa sejumlah aktor luar negeri tengah berupaya untuk menyebarkan berita hoax untuk merusak keyakinan rakyat AS dalam menentukan pilihan kandidat presiden serta mengubah hasil akhir pemilihan umum AS.

"Kami telah mengkonfirmasi bahwa beberapa informasi registrasi pemilih telah didapatkan oleh Iran dan Rusia." kata Ratcliffe dalam konferensi pers tersebut, dikutip dari Channel News Asia.


Gunakan Atribut Kampanye Pro-Donald Trump saat Bertugas, Oknum Polisi Miami Tuai Kecaman

Dalam kesempatan tersebut, Ratcliffe mengatakan bahwa pihaknya telah mengungkap bahwa Iran mengirimkan email untuk mengintimidasi para pemilih, memicu aksi protes dan melakukan kampanye negatif untuk merusak elektabilitas Trump.

Sejumlah agen intelijen AS sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa Iran akan berupaya untuk membuat Trump kalah, sedangkan Rusia ingin Trump untuk dapat memenangkan pilpres.

Sementara itu, seorang sumber pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pemerintah AS telah mempunyai bukti adanya upaya peretasan yang dilakukan oleh Rusia dan Iran terkait data pemilih di sejumlah negara bagian.

Yunani Minta Negara Eropa Setop Ekspor Senjata ke Turki

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia