logo


Menkominfo: Widyaiswara Andal Dibutuhkan untuk Transformasi Digital Sektor Publik

Selamat bertugas dan selamat mengabdi kepada Ibu Rosarita Niken Widiastuti dan Bapak Basuki Yusuf Iskandar

22 Oktober 2020 12:30 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo), Johnny G. Plate melantik Rosarita Niken Widiastuti dan Basuki Yusuf Iskandar menjadi Pejabat Fungsional Widyaiswara Utama. \n
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo), Johnny G. Plate melantik Rosarita Niken Widiastuti dan Basuki Yusuf Iskandar menjadi Pejabat Fungsional Widyaiswara Utama. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate melantik Rosarita Niken Widiastuti dan Basuki Yusuf Iskandar menjadi Pejabat Fungsional Widyaiswara Utama.

Pengangkatan Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama Kominfo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama.

“Saya mengucapkan selamat bertugas dan selamat mengabdi kepada Ibu Rosarita Niken Widiastuti dan Bapak Basuki Yusuf Iskandar untuk jabatan serta tanggung jawab barunya. Mari tetap menjaga profesionalisme dan meningkatkan kolaborasi dalam satu misi dan visi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat dan mandiri,” ujar Menteri Johnny usai melantik kedua Pejabat Fungsional Widyaiswara Utama itu dilakukan di Ruang Anantakupa Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (21/10/2020).


Tak Ingin Ada Keonaran di Tengah Pandemi, Kominfo Tingkatkan Literasi Digital

Johnny mengatakan, lembaga yang dipimpinnya saat ini membutuhkan widyaiswara andal untuk mewujudkan transformasi digital di sektor publik.

Widyaiswara yang andal dibutuhkan guna melakukan peningkatan kualitas layanan electronic government untuk memastikan transformasi digital di sektor publik berjalan dengan lancar.

“Dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh baik Bu Niken maupun Pak Basuki, saya yakin tugas ini akan diemban dengan baik. Kita sama-sama merancang itu, apalagi Pak Basuki setiap hari urusannya digital talent, apalagi Ibu Niken setiap hari memperhatikan regulasi-regulasinya bahkan memastikan ketersediaan anggarannya, bukan hal yang baru tapi sekarang perannya yang dibutuhkan,” kata Jhonny.

Hasil survei Electronic Development Development Indeks (EGDI) yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Kominfo memberikan gambaran mengenai kesiapan transformasi digital ASN Indonesia.

“Indeks ini mengukur kesiapan di tiga aspek melalui pelayanan pemerintahan daring, kualitas infrastruktur telekomunikasi serta kecakapan digital masyarakat,” ungkapnya.

Pada tahun 2020 ini, angka indeks EGDI adalah setara dengan 0,6612 dari skala 1 dan membuat Indonesia berada pada peringkat 88, naik 19 tingkat yang sekarang berada di angka 0,6824 dari skala I. Survei itu menunjukan lebih baik dari rata-rata dunia dan rata-rata ASEAN.

“Kapasitas ini tentunya perlu ditingkatkan lebih lagi bahkan hingga mencapai nilai indeks yang sempurna,” harap Menteri Johnny.

Momentum kali ini merupakan hal yang luar biasa, di mana negara seharusnya sudah memberikan kesempatan untuk mengisi dan menikmati waktu purnatugas kepada mantan Sekretaris Jenderal dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo itu.

“Tetapi negara tetap memanggil Pak Basuki dan Ibu Niken untuk melanjutkan karyanya. Karena memang ada kekuatan, kewenangan, kelebihan yang secara khusus sebagai guru bagi ASN yang lain,” pungkasnya.

Kominfo Akan Keluarkan Aturan Blokir Sosmed, PKS: Bisa Dipersepsi Publik Upaya Pembungkaman

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar