logo


Catatan Hari Santri, PPP Sayangkan Pemerintah Tiadakan BOP Pesantren di APBN 2020

Alumni Pesantren Futuhiyyah Mranggen ini mendesak pemerintah dapat melakukan perubahan APBN 2021 dengan kembali mengalokasikan BOP ke pesantren dan biaya perasionak santri.

22 Oktober 2020 10:54 WIB

Ketua Fraksi PPP MPR RI, Arwani Thomafi
Ketua Fraksi PPP MPR RI, Arwani Thomafi Jitunews/Riana

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota DPR dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi memberikan beberapa catatan terkait Peringatan Hari Santri 2020

Arwani mengatakan satu tahun lebih keberadaan UU No 18 Tahun 2019 tentang pesantren, namun hingga saat ini belum ada aturan pelaksana yang diterbitkan oleh pemerintah.

Menurutnya di UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren setidaknya dibutuhkan 2 Substansi Peraturan Presiden (Perpres) dan 7 Substansi Peraturan Menteri.


Pemerintah Gelontorkan Dana Rp 2,36 T untuk Pesantren, PBNU Kecewa: Itu Sedikit

“Kami mendesak kepada pemerintah untuk segera menuntaskan aturan turunan UU No 18 Tahun 2019. Terbitnya Aturan turunan yang terlambat menyebabkan penundaan rekognisi, afirmasi dan fasilitasi negara bagi pesantren,” ujar Arwani dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Kamis (22/10/2020).

Waketum PPP ini mengutarakan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program afirmasi dan fasilitasi negara kepada Pesantren melalui Program Kerja di berbagai Kementerian.

“Seperti rusun bagi pesantren, peningkatan sanitasi pesantren yang layak, pusat kesehatan pesantren, program pendidikan daring, pendidikan vokasi di pesantren (BLK) dan lain sebagainya yang benar-benar memiliki dampak konkret bagi peningkatan kualitas, kapasitas dan daya saing santri,” tuturnya.

Dalam hal ini, Arwani mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan, peringatan Hari Santri tahun 2020 ini ditandai dengan tidak dialokasikan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren dalam APBN 2021.

Alumni Pesantren Futuhiyyah Mranggen ini mendesak pemerintah dapat melakukan perubahan APBN 2021 dengan kembali mengalokasikan BOP ke pesantren dan biaya operasional santri.

“Upaya ini untuk mengkonkretkan jargon Santri Sehat Indonesia Kuat dalam peringatan Hari Santri Tahun 2020,” pungkasnya.

Ma'ruf Sebut Pesantren di Zona Hijau Bisa Mulai Kegiatan Sekolah Tatap Muka

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar