logo


Bayar Gaji 10 Persen Hingga Pecat Ratusan Karyawan Tanpa Pesangon, Bos Distributor Guinness Digugat

Bos PT Esham Dima Mandiri dinilai melanggar undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

22 Oktober 2020 10:38 WIB

Dua mantan karyawan PT Esham Dima Mandiri memberikan keterangan pers melalui video conference terkait pemecatan ratusan karyawan tanpa pesangon. Para karyawan akan menggungat perusahaan melalui jalur hukum.\n\n
Dua mantan karyawan PT Esham Dima Mandiri memberikan keterangan pers melalui video conference terkait pemecatan ratusan karyawan tanpa pesangon. Para karyawan akan menggungat perusahaan melalui jalur hukum. jurnaltangerang

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah mantan karyawan PT Esham Dima Mandiri menggugat pemilik perusahaan karena telah memecat ratusan karyawan tanpa pesangon. Perusahaan distributor minuman keras (Miras) merek Guiness tersebut dinilai telah melanggar undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Guiness Bir sendiri adalah bir hitam yang sangat terkenal di Indonesia, berpusat di Eropa (Irlandia) kota Dublin. Bir hitam dengan nama Perusahaan DIAGEO, diproduksi sejak ratusan tahun lalu, dan sekarang sudah menyebar ke seluruh Dunia, termasuk Indonesia.

"Kami hanya menuntut hak-hak normatif sesuai aturan perundang-undangan. Karena kami melihat tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan," ujar salah satu mantan karyawan PT Esham Dima Mandiri, Devy Matthias Teja Sukomo yang telah bekerja di perusahaan distributor bir merk Guiness tesebut sejak 10 tahun silam.


Sritex Rayakan Ultah ke-53, Iwan Lukminto: "Perjalanan Kami Penuh Perjuangan..."

Devy mengatakan bahwa ia bersama ratusan karyawan lainnya dirumahkan pada awal pandemi Covid-19 dengan gaji hanya dibayarkan sebesar 30 persen. Setelah tiga bulan kemudian, para karyawan dipanggil kembali dan ditawarkan untuk tetap dirumahkan dengan gaji dibayar 10 persen. Kemudian, bulan Agustus para karyawan diundang untuk membuat surat pengunduran diri.

Sementara itu, Kuasa hukum mantan karyawan PT Esham Dima Mandiri, Indra Jaya Mulia mengatakan bahwa perusahaan harusnya tidak melanggar undang-undang dengan alasan pandemi Covid-19. Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar perusahaan tersebut masih beroperasi seperti biasa.

"Kami sudah mengundang pak Irman selaku Direktur Utama PT Esham Dima Mandiri beberapa kali untuk mediasi. Namun yang bersangkutan tidak datang. Ini menunjukkan tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan," ujar Indra dari IBRO & PARTNERS kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Lebih lanjut, Indra mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada pihak perusahaan namun tidak ada tanggapan. Dikarenakan tidak ada iktikad baik, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum. Ia menegaskan bahwa karyawan yang telah diberhentikan harusnya mendapat pasongan seperti yang telah diatur dalam pasal 156 ayat 1-4 dan pasal 164 ayat 3. (PUT)

Soal Esemka, Jokowi: Akan Lebih Baik Kalau Perusahaan Swasta

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati