logo


Pertanyakan Apa yang China Tawarkan ke Indonesia, Pengamat: Bila Ketergantungan, RI Pilih AS

Pengamat sebut apabila yang ditawarkan ke Indonesia adalah ketergantungan maka akan ditolak

22 Oktober 2020 09:55 WIB

Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana
Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana RMOL

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana turut mengomentari pernyataan China yang menyebut kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Indonesia sebagai ancaman. Ia menilai China menginginkan Indonesia agar berada di belakangnya.

"Dari pernyataan China tersebut maka terlihat China punya keinginan agar Indonesia berada di belakangnya. Karena apa? Ada pernyataan bahwa ini menjadi ancaman untuk menahan pengaruh China," kata Hikmahanto seperti dilansir detikcom, Rabu (21/10/2020).

Hikmahanto lantas mempertanyakan apa yang sudah ditawarkan China ke Indonesia sehingga menyebut kunjungan Jepang ke Indonesia sebagai ancaman. Ia mengatakan apabila yang ditawarkan ketergantungan maka akan ditolak dengan tegas.


China Sebut Kunjungan PM Jepang ke Indonesia Ancaman, NasDem: Tidak Perlu Ada Kekhawatiran

"Seharusnya bila China merasa Jepang menjadi ancaman yang menahan pengaruh China di Asia Pasifik termasuk Indonesia, maka apa yang bisa China tawarakan ke Indonesia. Bila yang ditawarkan adalah membuat Indonesia memiliki ketergantungan, maka Indonesia akan jelas menolak. Indonesia akan lebih memilih Jepang, bahkan AS, Australia atau negara-negara Uni Eropa," ujarnya.

Lebih lanjut, Hikmahanto mengatakan bahwa Indonesia menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Oleh karena itu, Indonesia tidak mengkhianati negara mana pun.

China Sebut Kunjungan PM Jepang ke Indonesia Ancaman, PKB: Karena Lagi Panas-panasnya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati