logo


Sindir FPI, Ferdinand: Yang Pasti Pemerintah Tak Menargetkan Dapat 72 Bidadari

Ferdinand mempertanyakan masa depan Indonesia yang diinginkan oleh FPI.

22 Oktober 2020 04:00 WIB

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaen.
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaen. rmol.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean merespons komentar Front Pembela Islam (FPI) terhadap satu tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf. FPI sebelumnya menilai rezim saat ini mengecewakan karena menghilangkan harapan bangsa Indonesia menatap masa depan.

"Tidak ada harapan masa depan. Hutang menumpuk, ketidakadilan merajalela, rakyat miskin makin miskin," kata Sekretaris Umum FPI, Munarman.

Ferdinand lantas mempertanyakan masa depan Indonesia yang diinginkan oleh FPI. Menurutnya, pemerintah selalu fokus untuk memakmurkan rakyat.


Harap BEM SI Sadar, Ferdinand: Kalian Generasi Pertama yang Menikmati Kemudahan Cari Kerja karena UU Ciptaker

“Masalahnya masa depan yang seperti apa yang diinginkan oleh FPI dan masa depan apa yang ditargetkan oleh pemerintah? Setahu saya, pemerintah menargetkan kesejahteraan rakyat dan makmur bersama. Entah yang diinginkan FPI. Yang pasti pemerintah tak menargetkan dapat 72 bidadari,” cuit Ferdinand di akun Twitternya, dilihat pada Kamis (22/10).

Seperti dikabarkan, FPI menilai revolusi mental yang digaungkan Jokowi sejak periode pertama gagal total. Dia menyebut tak ada perubahan berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut FPI, gagasan Jokowi itu harus diganti dengan gerakan revolusi akhlak, yang akan dipimpin Rizieq Shihab. Gerakan ini disebut bertumpu pada ajaran Islam yang tercantum dalam Alquran dan sunah Rasul.

"(Revolusi mental) jelas gagal karena tidak berdasarkan Alquran dan as-sunnah," ujar Munarman.

Ketemu PM Jepang, Jokowi Ngutang Lagi

Halaman: 
Penulis : Iskandar