logo


Natalius Pigai: Banyak Korban TNI di Papua Disembuyikan Rezim Jokowi

Natalius mengaku bahwa dirinya juga pernah mendapatkan laporan bahwa ada sekitar 40 anggota yang dinyatakan tewas pada awal Maret 2020.

21 Oktober 2020 15:47 WIB

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai.
Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai mengatakan telah banyak anggota TNI meninggal dunia di tanah Papua dalam satu tahun Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

“Tepat 1 tahun Jokowi menjabat, diduga 2 meninggal dan 3 dirawat di oksibil korban penembakan Kombatan TPN/OPM (informasi dari rakyat),” ujar Natalius Pigai, Rabu (20/10/2020).

Natalius mengaku bahwa dirinya juga pernah mendapatkan laporan bahwa ada sekitar 40 anggota yang dinyatakan tewas pada awal Maret 2020.


Jelang PON Papua, Komisi X DPR Sebut KKB dan Virus Corona Sama-sama Mematikan

“Tahun 2020 saya pernah dapat laporan dari rakyat sipil biasa tapi perlu telusuri di tempat yang sama Awal Maret lebih dari 1 truk TNI tidak kurang dari 40 anggota dinyatakan mati,” kata dia.

“Di Intan Jaya banyak TNI dan juga sebanyak diduga 17 anggota TNI dari satuan Kopasus ditembak Mati tapi yang diekspose hanya 1 orang anggota (suku Batak),” tambahnya.

Oleh karena itu, dia meminta Presiden Jokowi agar menghentikan status Daerah Operasi Militer (DOM) di tanah Papua.

“Saya duga rezim Jokowi sembunyikan banyak korban TNI di Papua. HAM anak dan istri diabaikan. Saya minta DOM Papua dihentikan dan ciptakan Tanah Papua Damai,” pungkasnya.

Pemerintah Diharapkan Beri Perhatian Ekstra Lindungi TNI, POLRI dan Masyarkat Sipil di Papua

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar