logo


AS Tawarkan Bantuan Finansial bagi Brazil untuk Beli Peralatan 5G dari Perusahaan Selain Huawei

AS mendesak Brazil untuk keluarkan Huawei dari proyek jaringan 5G mereka

21 Oktober 2020 15:30 WIB

Huawei 5G
Huawei 5G istimewa

BRASILIA, JITUNEWS.COM - Pemerintah AS terus mendesak Brazil untuk memutus kontrak Perusahaan teknologi China, Huawei, dalam proyek jaringan 5G mereka. AS bahkan siap untuk memberi bantuan finansial bagi Brazil untuk membeli perangkat penyedia jaringan 5G dari perusahaan lainnya yag tidak berasal dari China.

Dalam sebuah kunjungan resmi ke Brasilia pada Selasa (20/10), sejumlah pejabat Dewan Keamanan Nasional AS beserta Korporasi Perkembangan Keuangan Internasional AS (DFC) dan perwakilan bank EXIM AS mengatakan bahwa mereka telah menyediakan dana bagi Brazil untuk membeli peralatan dari perusahaan teknologi lainnya.

Di Washington, sejumlah pejabat tinggi AS juga mendesak Brazil untuk terus mengawasi semua investasi China yang ada di negara Amerika Selatan tersebut, serta langkah Beijing untuk memperluas pengaruh mereka di Brazil melalui penjualan teknologi 5G Huawei.


Warga AS Siap Gelar Aksi Protes jika Trump Tak Akui Kekalahannya dalam Pilpres

Robert Lighthizer, salah satu penasihat perdagangan Gedung Putih, mengatakan bahwa kesepakatan yang telah tercapai oleh AS dan Brazil akan memuluskan jalan bagi negosiasi perdagangan antara kedua negara, terutama untuk komoditas bijih besi, ethanol, dan gula. Kesepakatan tersebut juga akan membuat AS dapat memperkecil pengaruh China di kawasan Amerika Selatan.

"Saya bisa saja menyebut bahwa ada elemen China...di semua hal yang kita lakukan," kata Lighthizer dalam sebuah acara yang digelar oleh Kamar Dagang AS, dikutip dari CNA pada Rabu (21/10).

"China telah membuat langkah yang signifikan di Brazil. Mereka adalah partner dagang terbesar Brazil, sehingga itu adalah suatu hal yang kita khawatirkan," tambahnya.

Sementara itu, penasihat ekonomi AS Larry Kudlow mengatakan bahwa Washington telah mendesak Presiden Jair Bolsonaro dan sejumlah pejabata Brazil lainnya untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap investasi-investasi serta penggunaan teknologi China, seperti yang dilakukan oleh AS.

"Kami telah mendorong Brazil untuk mencoba bekerja sama dalam memastikan kita dapat mengawasi China secara hati-hati dan hormat pada teknologi dan jaringan 5G," ujarnya.

"Kami harap Brazil juga akan mengawasi investasi China secara cermat," tambahnya.

Sebagai mana diketahui, AS mengklaim jika Huawei akan menyerahkan data pribadi pengguna kepada pemerintah China untuk kepentingan spionase, sebuah klaim yang berulang kali dibantah oleh Huawei.

Pentagon Perlu Aliansi yang Lebih Kuat untuk Hadapi Ancaman China dan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia