logo


Pentagon Perlu Aliansi yang Lebih Kuat untuk Hadapi Ancaman China dan Rusia

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan bahwa AS perlu meningkatkan hubungan dengan negara aliansi mereka untuk menghadapi China dan Rusia

21 Oktober 2020 14:19 WIB

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper
Menteri Pertahanan AS, Mark Esper istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper pada Selasa (20/10) mengatakan bahwa Pentagon perlu melakukan pengawasan secara sistematis dan meningkatkan hubungan dengan sejumlah negara aliansi mereka dengan tujuan menghadapi ancaman China dan Rusia dalam hal militer dan sistem persenjataan.

"Contoh semacam ini mengilustrasikan betapa pentingnya membuat barisan dengan negara-negara dengan pemikiran yang sama," kata Kepala Pentagon tersebut dikutip dari AFP melalui CNA pada Rabu (21/10).

"China dan Rusia mungkin hanya memiliki kurang dari sepuluh negara sekutu," tambahnya.


Janjikan Perekonomian AS Akan Cepat Pulih, Trump: Pilih Saya

Esper mengatakan bahwa China menggunakan politik paksaan dan jebakan finansial terhadap sejumlah negara sekutu mereka yang lebih lemah, seperti Myanmar, Kamboja dan Laos.

"Negara yang lebih kecil dengan kebutuhan yang lebih besar, (mereka) mendapatkan tekanan yang lebih berat dari Beijing," ujar Esper.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa dirinya telah berencana untuk membangun hubungan pertahanan dengan Malta, Mongolia dan Palau. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa AS berupaya untuk meningkatkan kehadiran mereka di wilayah Eropa Timur, termasuk dengan membangun pangkalan militer AS di Polandia.

Esper juga menekankan bahwa AS perlu membangun hubungan yang lebih dekat dengan sejumlah negara demokrasi lainnya seperti India dan Indonesia.

"Mereka (India dan Indonesia) semua mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh China," ujarnya.

"Kita harus bersaing dengan China dan Rusia yang sektor industrinya dapat menggenjot ekspor militernya dengan cara-cara yang kita tidak bisa menirunya, dan dunia juga tidak pernah menginginkannya, di berbagai hal,"

Warga AS Siap Gelar Aksi Protes jika Trump Tak Akui Kekalahannya dalam Pilpres

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia