logo


Warga AS Siap Gelar Aksi Protes jika Trump Tak Akui Kekalahannya dalam Pilpres

Kelompok anti-Trump di AS tengah mempersiapkan aksi protes jika Trump mengacaukan hasil pilpres, atau tidak mau menerima kekalahannya dari Joe Biden

21 Oktober 2020 13:09 WIB

Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal
Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal NU Online

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Sejumlah warga Amerika Serikat dikabarkan saat ini tengah mempersiapkan aksi protes jika nantinya Presiden Donald Trump berupaya untuk mengacaukan hasil penghitungan suara pilpres AS yang digelar pada 3 November mendatang ataupun jika menolak untuk menerima kekalahannya dari Joe Biden.

Tokoh politisi Partai Demokrat Sean Elridge mengatakan bahwa dirinya telah bersiap untuk mengorganisir aksi protes di seluruh penjuru Amerika Serikat jika nantinya Trump tak mau mengakui kekalahannya.

"Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi di politik Amerika dimana masyarakat khawatir jika presiden yang saat ini menjabat mau menerima hasil pemilu dan memastikan pemindahan kekuasaan berjalan dengan damai," kata Elridge kepada AFP dikutip dari CNA, Rabu (21/10).


Vaksin Covid-19 Buatan Rusia untuk Hewan Tak Tunjukkan Gejala Efek Samping

Meskipun demikian, namun Elridge yang juga bertugas di organisasi anti-Trump, Stand Up America, menegaskan bahwa dirinya berharap aksi protes tersebut tidak akan pernah dilakukan.

"Ini adalah pekerjaan yang saya sendiri tidak pernah berharap kita akan melakukannya," tambahnya.

"Jelas semua yang selama ini kita lihat darinya (Trump) dalam tiga setengah tahun terakhir merupakan kurangnya penghormatan terhadap norma demokratis serta terhadap proses pemilihan umum," lanjutnya.

"Kami perlu memastikan bahwa tekanan dari Trump untuk mengacaukan hasil pemilu akan menghadapi respon dari rakyat AS, yang menginginkan semua suara dihitung dengan seksama dan hasil akhir pemilu untuk dihormati," ujar Elridge.

Sementara itu, pihak kepolisian New York telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya protes besar-besaran yang bisa berlangsung hingga tahun 2021 mendatang.

Elridge juga mengatakan bahwa jika Trump berhasil memenangkan pemilu tanpa adanya kecurangan, maka pihaknya akan menerima hasil tersebut.

"Saya harap kami tidak harus melakukan mobilisasi massa," tandasnya.

Janjikan Perekonomian AS Akan Cepat Pulih, Trump: Pilih Saya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia