logo


Ketemu PM Jepang, Jokowi Ngutang Lagi

Jepang memberi pinjaman sebesar 50 miliar yen atau sekitar Rp6,95 triliun kepada Indonesia.

21 Oktober 2020 10:53 WIB

PM Jepang dan Jokowi
PM Jepang dan Jokowi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga dan Presiden Joko Widodo telah menjalin sejumlah kesepakatan dan kerja sama usai melakukan pertemuan di Istana Bogor.

Salah satu kesepakatan itu adalah kesediaan Jepang memberi pinjaman sebesar 50 miliar yen atau sekitar Rp6,95 triliun kepada Indonesia.

"Dengan mempertimbangkan dampak penyebaran Covid terhadap perekonomian Indonesia, Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman sebagai bantuan fiskal sebesar 50 miliar Yen untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana Indonesia," kata PM Suga saat memberikan pernyataan pers usai pertemuan bilateral dengan Jokowi, Selasa (20/10).


Satu Tahun Kepemimpinan, Puan Minta Jokowi-Maruf Usaha Lebih Keras

Jepang juga akan mendorong kerja sama terhadap lembaga pengkajian kesehatan Indonesia. Kerjasama ini berupa pemberian barang dan peralatan medis.

Sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) telah merilis laporan terbaru soal statistik utang internasional (International Debt Statistics) 2021. Dalam rilis tersebut lembaga ini melaporkan deretan negara low-middle income dengan jumlah utang luar negeri terbesar di dunia.

Dalam laporan itu, Indonesia ternyata menempati urutan ke-7 dengan jumlah utang US$ 402,08 miliar atau setara Rp 5,9 triliun.

Indonesia ada di bawah Turki yang menempati posisi ke-6 dengan jumlah utang US$ 440,78 miliar dan Argentina dengan jumlah utang US$ 279,30 miliar.

Posisi utang luar negeri RI mengalami kenaikan. Di 2015, utang RI sebesar US$ 307,74 miliar, di 2016 US$ 318,94 miliar, sedangkan di 2017 US$ 353,56 miliar.

Sementara di 2018, utang RI 379,58 US$ miliar. Jika dibandingkan dengan data 2019, berarti ada kenaikan 5,9% dari posisi utang luar negeri di tahun itu.

Bantu Penanganan Covid-19 di RI, Jepang Beri Pinjaman Jokowi Rp 6,9 T

Halaman: 
Penulis : Iskandar