logo


Lockdown Lagi, PM Irlandia: Kita Butuh Sebuah Vaksin

Irlandia akan berada dalam situasi lockdown hingga awal Desember mendatang

20 Oktober 2020 21:42 WIB

PM Irlandia Michael Martin
PM Irlandia Michael Martin istimewa

DUBLIN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Republik Irlandia mengumumkan bahwa mulai Senin (19/10), mereka mulai melakukan pembatasan sosial berskala besar dengan menutup semua bisnis non-esensial, membatasi operasional restoran dan pubs, serta meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan lebih dari lima kilometer dari rumah mereka.

Saat terjadinya gelombang pertama wabah Covid-19 beberapa bulan yang lalu, pemerintah Irlandia juga telah memberlakukan aturan pembatasan yang ketat, bahkan menjadi salah satu yang paling ketat di kawasan Eropa.

Untuk kali ini, Perdana Menteri Michael Martin bahkan berencana untuk meningkatkan status pembatasan tersebut ke level lima atau level tertinggi, selama setidaknya enam pekan ke depan, yang akan mulai diberlakukan pada Rabu (21/10) dini hari.


Krisis Pangan di Wilayah Suriah yang Dikuasai Rezim Bashar al-Assad Semakin Memburuk

Meski demikian, namun pihaknya masih mengijinkan sejumlah fasilitas pendidikan dan layanan esensial, seperti pekerjaan konstruksi, untuk tetap beroperasi.

Sejumlah hotel juga masih diijinkan untuk tetap buka, namun kamarnya hanya boleh diisi oleh para pekerja sektor esensial.

"Bukti dari potensi situasi berbahaya mulai muncul dalam beberapa pekan mendatang saat ini semakin menguat," kata Martin dikutip dari Global News pada Selasa (20/10).

Martin juga berencana untuk menurunkan status pembatasan ke level tiga pada awal Desember mendatang, sehingga memungkinkan bagi semua retail untuk kembali beroperasi dan restoran diijinkan untuk menerima tamu sebanyak 15 orang di luar ruangan. Ia menambahkan bahwa aturan pembatasan tidak akan kembali diberlakukan mulai tahun 2021 mendatang.

Pada bulan lalu, tingkat pengangguran di Irlandia, termasuk mereka yang mendapat tunjangan gaji darurat, berada di angka 14.7 persen. Kementerian Keuangan Republik Irlandia memperkirakan bahwa perekonomian mereka kemungkinan akan kembali mengalami kontraksi pada tahun 2021 mendatang jika aturan pembatasan sosial tetap diberlakukan.

"Kita bisa melakukannya tahun ini, kita bisa melakukannya untuk tahun depan," kata Martin, merujuk kepada dukungan finansial untuk sektor perekonomian.

"Kita butuh sebuah vaksin untuk tahun depan," tukasnya.

Pandemi Covid-19, Daftar OKB di China Justru Semakin Panjang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia