logo


Krisis Pangan di Wilayah Suriah yang Dikuasai Rezim Bashar al-Assad Semakin Memburuk

Kantor Berita Turki melaporkan bahwa rezim pemerintahan Suriah pimpinan Bashar al-Assad gagal menangani krisis pangan yang terjadi di sejumlah kota di Suriah

20 Oktober 2020 20:43 WIB

Presiden Suriah Bashar al-Assad
Presiden Suriah Bashar al-Assad istimewa

IDLIB, JITUNEWS.COM - Rezim Bashar al-Assad dinilai tak mampu memenuhi kebutuhan gandum yang merupakan makanan pokok masyarakat Suriah yang hidup di sejumlah kawasan yang berada di bawah kekuasaan mereka. Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan bahwa pemerintah Suriah tidak sanggup mengatasi krisis pangan yang semakin memburuk.

"Krisis pangan terus memburuk dalam dua pekan terakhir dan berubah menjadi cobaan berat yang tak berakhir bagi rakyat Suriah yang tinggal di area yang dikuasai oleh rezim pemerintahan," demikian pernyataan kantor berita tersebut, Selasa (20/10).

Akibat adanya krisis bahan bakar, sejumlah rumah produksi roti di sejumlah kota padat penduduk seperti Damaskus, Aleppo, Homs, dan Hama, kini sudah tak lagi beroperasi.


Sebut Rakyat AS Muak dengan Covid-19, Donald Trump: Fauci adalah Sebuah Bencana

"Rezim pemerintah, yang berupaya untuk mempertahankan kekuatannya dengan membantai ratusan ribu warga sipil di negara itu, tidak dapat menyediakan tepung gandum bagi sejumlah toko roti di beberapa kawasan tersebut," tambahnya.

Menurut data yang dihimpun oleh kantor berita tersebut, situasi krisis yang semakin memburuk terjadi hanya di sejumlah kawasan yang dikuasai oleh rezim pemerintah, seperti pusat kota Aleppo dan Hama.

"Sejumlah rekaman terakhir menunjukkan sebuah situasi dimana orang-orang, termasuk lansia dan anak-anak, terlihat berada di dalam antrian panjang di depan sejumlah toko roti selama berjam-jam hanya untuk membawa pulang roti tersebut ke rumah mereka," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Suriah telah dilanda perang saudara sejak awal tahun 2011 lalu. Perang tersebut dimulai saat rezim pemerintahan Bashar al-Assad melakukan kekerasan terhadap rakyat yang menggelar aksi protes pro-demokrasi.

Menurut data PBB, Selama masa perang, ratusan ribu warga sipil Suriah terbunuh, dan lebih dari 10 juta lainnya kehilangan tempat tinggal.

Joe Biden Sebut Rakyat AS Muak dengan Kebohongan Trump soal Virus Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia