logo


Tuding Ada PKI di NU, Gus Nur Harus Dikirim Kembali ke Penjara

Ucapan pendakwah Sugi Nur Rahardja atau Gus Nur di saluran YouTube 'Refly Harun' yang menuding ada PKI di NU sudah keterlaluan.

20 Oktober 2020 10:47 WIB

Gus Nur
Gus Nur Islami.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin menilai ucapan pendakwah Sugi Nur Rahardja atau Gus Nur di saluran YouTube 'Refly Harun' yang menuding ada PKI di NU sudah keterlaluan.

Menurutnya Gus Nur sebagai residivis kasus pencemaran nama baik tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya. Sehingga penegak hukum wajib kembali mengirimnya ke jeruji besi agar tak lagi dapat menjelek-jelekkan pihak lain.

"Sebagai generasi muda NU, saya tersinggung. Siapapun boleh mengkritik kebijakan NU, tapi kalau sudah menuduh ada PKI di tubuh NU, itu jelas fitnah karena PKI sudah dibubarkan 55 tahun silam, itu tuduhan yang sangat keji,” kata Mualimin di Jakarta, Selasa (20/10/2020).


Ahmad Dhani Sebut PKI Melebur ke PDIP, Arteria Dahlan: Bukan Hanya di PDI Perjuangan

“Dan saya kira Gus Nur hanya ngoceh tanpa dasar. Polisi harus kirim lagi Gus Nur ke jeruji besi,” imbuhnya.

Tokoh Muda NU ini menambahkan kontroversi yang sengaja dibangun oleh Gus Nur sangat tidak etis dan merusak.

Menurutnya di dalam NKRI, siapapun tidak boleh mencari popularitas dari menghina martabat orang atau organisasi manapun.

“Kalau ingin terkenal, alangkah lebih baik menawarkan karya atau prestasi konstruktif, bukan malah merekayasa narasi yang menghancurkan citra ormas lain,” kata dia.

"Sungguh jahat orang yang ingin meroket dengan cara menjatuhkan ormas sebesar dan seberjasa NU. Jangan sampai karena otak tidak ada ide cemerlang, mulut kotor berkoar untuk menyita perhatian publik. Pendakwah macam itu hanya meracuni pikiran masyarakat, mengeksploitasi umat, dan mengadu domba kaum nahdliyin,’’ imbuhnya.

Mualimin menegaskan bahwa tuntutannya agar polisi memenjarakan Gus Nur sangat beralasan, sebab dengan menuduh ada PKI di tubuh NU, ucapan Gus Nur bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, sehingga melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 juncto pasal 45 ayat (3) tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan/atau denda Rp750.000.000.

Sebagai pengingat, pada 2019, Gus Nur divonis kasus pencemaran nama baik NU oleh Pengadilan Negeri Surabaya dengan hukuman 1,6 tahun.

Vonis tersebut, papar Mualimin, nyatanya tidak cukup untuk memperbaiki mulut rusak pendakwah tidak berbobot tersebut, sehingga perlu ‘dididik’ ulang di lapas.

"Dari pada bebas tapi menghina lagi, lebih baik Gus Nur dikerangkeng saja. Tindakan teman-teman santri yang melaporkannya ke Polisi sudah benar. Di negara hukum, tak boleh siapapun merendahkan martabat pihak lain, apalagi kalau penghinaan bertujuan mencari popularitas semata,’’ pungkasnya.

Pratikno Diperintah Jokowi Serahkan Naskah UU Ciptaker ke NU dan MUI, Sekretariat: Sekaligus Menjaring Masukan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar