logo


Teddy Gusnaidi Sebut MUI dan Organisasi Buruh Tolak UU Ciptaker Bukan Demi Rakyat

Teddy menilai lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun Organisasi Buruh terancam dengan kehadiran UU Ciptaker.

20 Oktober 2020 04:30 WIB

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dewan pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyinggung pihak-pihak yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan pada Senin (5/10) di Sidang Paripurna DPR RI.

Teddy menilai lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun Organisasi Buruh terancam dengan kehadiran UU Ciptaker. Sebab, kata dia, kewenangan yang mereka punya bakal hilang setelah perundangan yang dijuluki UU Sapu Jagat itu diketok palu.

“Kenapa LSM MUI kebakaran jenggot dengan adanya UU Cipta Kerja? Karena kewenangan mereka dicabut. Kenapa Organisasi Buruh kebakaran Jenggot dengan adanya UU Cipta Kerja? Karena kewenangan mereka dicabut,” cuit Teddy di akun Twitter @TeddyGusnaidi, dilihat pada Selasa (20/10).


MUI Usul Presiden Jabat 7-8 Tahun, PKB: Makin Aneh Saja

Menurut Teddy, MUI dan Organisasi Buruh menolak UU Ciptaker bukan semata menyuarakan aspirasi rakyat, melainkan kepentingan pribadi.

“Jadi mereka berteriak bukan demi rakyat, tapi demi kepentingan pribadi mereka,” tegasnya.

MUI Usul Presiden Jabat 7-8 Tahun, PAN Sebut Ada Kelebihan dan Kekurangan

Halaman: 
Penulis : Iskandar