logo


Fahri Sebut Komunikasi Pemerintah Seperti Pemadam Kebakaran, Ini Kata KSP

Donny mengatakan bahwa komunikasi pemerintah bukan dilakukan karena adanya konflik saja.

19 Oktober 2020 17:30 WIB

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah Instagram @fahrihamzah

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menyebut bahwa komunikasi pemerintah diibaratkan sebagai pemadaman kebakaran.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Adian, mengatakan bahwa komunikasi publik harus dilakukan secara terukur.

"Komunikasi publik dilakukan secara terukur dan terencana. Jadi tidak ada yang sifatnya dadakan. Begitu sebuah kebijakan mulai dirancang sampai diputuskan sampai dilahirkan, komunikasi publik terus berjalan," kata Donny seperti diberitakan Detikcom, Senin (19/10).


Temui Jokowi Terkait Omnibus Law, MUI: Revisi UU Dianggap Sebagai Solusi Kegaduhan

Donny mengatakan bahwa komunikasi pemerintah bukan dilakukan karena adanya konflik saja.

Artinya, ketika ada konflik, itu ada mispersepsi terhadap apa-apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah. Ada persepsi yang keliru apa yang disampaikan, sehingga terjadi konflik, sehingga terjadi ketegangan, sehingga itu harus diluruskan. Bukan karena konflik kemudian pemerintah berkomunikasi, pemerintah komunikasi sejak awal proses pembuatan sebuah kebijakan," kata Donny.

Donny mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sendiri meminta jajarannya untuk menguasai materi mengenai kebijakan vaksin corona (Covid-19) sebelum disampaikan ke publik.

"Memang dievaluasi. Karena kan begini, tidak semua pejabat adalah komunikator yang baik. Oleh karena itu di setiap kementerian ada kehumasan. Nah, oleh karena itu presiden mengingatkan kepada para menterinya untuk mengkomunikasikan kebijakan dengan baik, yaitu lewat penguasaan materi secara mendalam," kata Donny.

Fahri Hamzah: Pola Komunikasi Presiden Sebagai Gerakan Pemadaman Kebakaran

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata