Fahri Hamzah: Pola Komunikasi Presiden Sebagai Gerakan Pemadaman Kebakaran
Fahri mengatakan bahwa pada akhirnya Presiden Joko Widodo turun langsung untuk meluruskan isu yang berkembang.
19 Oktober 2020 16:15 WIB

Fahri Hamzah |
JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menilai bahwa komunikasi pemerintah tidak sistematik.
"Terkait dengan komunikasi publik presiden, memang harus diakui bahwa sejak awal manajemen, komunikasi presiden tidak didesain untuk mendekati persoalan secara sistemik. Dari hulu sampai ke hilir, dari akar persoalan sampai ke ujung persoalan," kata Fahri kepada wartawan, Senin (19/10).
Fahri meyebut bahwa komunikasi pemerintah seperti pemadam kebakaran.
"Saya lebih memberi nama kepada pola komunikasi presiden sebagai gerakan pemadaman kebakaran. Karena ujungnya itu adalah ketar ketir di ujung. Ketika masalah sudah menjadi salah paham dan menjadi misleading, baru kemudian semuanya ingin turun tangan membuat pembelaan yang akarnya itu tidak ada," katanya.
"Artinya, klarifikasi hanya perang mulut dengan masyarakat, dengan rakyat, yang sering tidak paham apa sumber dari persoalan yang muncul dari dalam tubuh pemerintahan," imbuh Fahri.
Fahri mengatakan bahwa pada akhirnya Presiden Joko Widodo turun langsung untuk meluruskan isu yang berkembang.
"Ujung-ujungnya nanti kemudian mengandalkan mulut presiden untuk menggunakan wibawa presiden sebagai pemadam kebakaran terakhir," kata Fahri.
Temui Jokowi Terkait Omnibus Law, MUI: Revisi UU Dianggap Sebagai Solusi Kegaduhan
Penulis | : | Aurora Denata |