logo


Soal Habib Rizieq Pimpin Revolusi, Kapitra: Penolakan Itu Muncul dari Umat Islam

Menurutnya, saat ini umat Islam tidak melihat permasalahan berdasarkan emosional keagamaan tapi realitas kehidupan.

19 Oktober 2020 15:22 WIB

Politisi PDI Perjuangan, Kapitra Ampera
Politisi PDI Perjuangan, Kapitra Ampera Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) disebut akan kembali ke Tanah Air dan memimpin revolusi.

Politikus PDIP, Kapitra Ampera, mengatakan bahwa pernyataan tersebut bisa merugikan Rizieq.

"HRS menurut saya belum akan pulang dalam waktu dekat, kedua, statement HRS pulang akan memimpin revolusi justru itu merugi HRS," kata Kapitra, kepada wartawan, Senin (19/10).


Habib Rizieq Disebut Pimpin Revolusi, KSP: Makna Revolusi Itu Apa?

Mantan pengacara HRS ini menyebut bahwa pemberontak tidak bisa menang. Menurutnya, saat ini umat Islam tidak melihat permasalahan berdasarkan emosional keagamaan tapi realitas kehidupan.

"Belum pernah sejarahnya di Indonesia pemberontak menang, mereka akan berhadapan dengan angkatan perang negara yang memiliki mesin perang, ketika situasi kesolidan umat Islam berbeda waktu menyikapi kasus Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), umat Islam sekarang melihat permasalahan tidak lagi didasari emosional keagamaan tetapi pada realitas kehidupan," ujarnya.

Kapitra mengatakan bahwa jika HRS memimpin revolusi maka akan muncul penolakan dari masyarakat.

"Jadi kalau HRS pulang memimpin revolusi, maka penolakan itu muncul dari umat Islam sendiri karena ormas terbesar itu ada pada NU dan Muhammadiyah yang sangat realistis dalam menyikapi perbedaan apalagi wapresnya dari NU, keempat kelompok HRS harus menyuarakan penciptaan kedamaian dan kerukunan bangsa bukan perpecahan," kata Kapitra.

Belum Pasti Kapan Rizieq Shihab Pulang ke RI, FPI Minta Doa Agar Dipermudah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata