logo


Mantan Tahanan Korea Utara: Disana, Anda Akan Diperlakukan seperti Seekor Binatang

Kelompok HAM melaporkan bahwa Korea Utara telah melakukan pelanggaran HAM di dalam sistem peradilan mereka

19 Oktober 2020 15:30 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyiksaan, penindasan serta adanya paksaan untuk mengeluarkan pengakuan adalah hal yang lumrah terjadi di dalam sistem penahanan di Korea Utara. Hal tersebut disampaikan oleh sebuah kelompok pengawas HAM asal AS dalam sebuah laporannya.

Sejumlah aktivis HAM tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan wawancara dengan puluhan mantan tahanan dan sejumlah mantan pejabat Korea Utara. Dalam wawancara tersebut, mereka mengungkapkan bahwa apa yang dialami oleh tahanan sangat memprihatinkan, dan sangat tidak manusiawi.

Sejumlah komunitas internasional dan PBB juga sebelumnya telah menuding negara tertutup tersebut telah melakukan pelanggaran HAM dimana sangat kecil sekali yang diketahui oleh dunia internasional mengenai sistem pengadilan yang ada di sana.


Pemerintah Inggris Akan Hadapi Situasi Sulit Jika Joe Biden Menang Pilpres AS

"Aturan menyebutkan jika seharusnya tidak ada tindakan pemukulan (terhadap tahanan), namun kami membutuhkan kesaksian selama masa investigasi dan pada tahap awal pemeriksaan," kata mantan anggota kepolisian Korea Utara yang tidak disebutkan namanya, dikutip dari Arabnews pada Senin (19/10).

"Sehingga anda harus memukul mereka terlebih dahulu untuk mendapatkan pengakuannya," tambahnya.

Sementara itu, mantan tahanan Korea Utara mengatakan bahwa mereka dipaksa untuk berlutut ataupun duduk bersila diatas lantai, setidaknya selama 16 jam sehari, dimana mereka tidak diijinkan untuk bergerak jika tidak ingin mendapat tambahan hukuman.

Hukuman yang didapat juga bermacam, mulai dari dipukul, dengan tangan, tongkat ataupun dicambuk, hingga dipaksa untuk berlari memutari halaman sebanyak seribu kali.

"Jika saya atau tahanan lainnya bergerak (di dalam sel), para penjaga akan memerintahkan saya atau semua tahanan di sel tersebut untuk mengeluarkan tangan di antara jeruji besi dan mereka akan menginjak tangan kami berulang kali," kata Park Ji Cheol, seorang mantan tahanan Korea Utara.

Yoon Young Cheol, seorang mantan narapidana menambahkan: "Disana, anda akan diperlakukan seperti seekor binatang."

Sementara itu, Pyongyang mengklaim bahwa mereka tetap melindungi dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, serta menyatakan bahwa tidak dibenarkan bagi negara-negara barat untuk menetapkan sebuah standar HAM yang berlaku bagi seluruh dunia.

Korea Utara juga mengecam kritik yang dilontarkan oleh pihak internasional terhadap isu HAM dan menilai kritikan tersebut adalah upaya untuk merusak tatanan sistem sosialis mereka.

Erdogan Tuding Rusia, Perancis dan AS Beri Dukungan Senjata kepada Armenia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia