logo


Erdogan Tuding Rusia, Perancis dan AS Beri Dukungan Senjata kepada Armenia

Presiden Turki menyebut OSCE Minsk Grup tidak bersikap netral dengan menyediakan dukungan kepada Armenia terkait konflik Nagorno-Karabakh

19 Oktober 2020 14:30 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Republika

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan menuding Rusia dan sejumlah anggota OSCE Minsk Grup, yang seharusnya menjadi pihak penengah dalam konflik Armenia dan Azerbaijan, telah menyediakan bantuan senjata kepada pihak Armenia dalam konflik Nagorno-Karabakh. Ia juga menegaskan bahwa Turki akan selalu mendukung Azerbaijan.

Dalam sebuah pidatonya pada Minggu (18/10), Erdogan menyebut Rusia, Perancis dan Amerika Serikat, telah menyediakan dukungan berbagai macam senjata kepada Yerevan tanpa memberikan penjelasan detail.

"Saudara Azerbaijan kita saat ini berada dalam perjuangan yang sulit melawan Armenia. Mengapa demikian? Karena mereka berjuang untuk membebaskan wilayah Azerbaijan yang diduduki oleh rakyat Armenia," kata Erdogan dikutip dari Russia Today.


Alexey Navalny Minta Trump untuk Mengecam Percobaan Pembunuhan terhadap Dirinya

Pertikaian di wilayah Nagorno-Karabakh sendiri telah dimulai pada tahun 1990-an, dimana kawasan tersebut secara sepihak menyatakan diri sebagai wilayah yang merdeka dan memisahkan diri dari Azerbaijan. Meskipun demikian, namun mereka tidak mendapatkan pengakuan dari komunitas internasional dan pemerintah Azerbaijan.

Konflik tersebut kembali pecah pada akhir September lalu dimana Armenia dan Azerbaijan saling melempar tuduhan terkait siapa yang pertama kali memicu terjadinya kontak senjata.

Turki sendiri telah menyatakan dukungan mereka kepada Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh. Ankara juga harus menghadapi tudingan-tundingan yang menyebut bahwa mereka telah mengambil alih pasukan Azerbaijan dan menyediakan bantuan serangan udara, serta mengirimkan para pejuang Suriah untuk masuk ke dalam konflik tersebut.

Pemerintah Inggris Akan Hadapi Situasi Sulit Jika Joe Biden Menang Pilpres AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia