logo


Pandemi Covid-19 Belum Melandai, Demokrat Sarankan Pemerintah Batalkan Libur Bersama

Menurutnya hal ini sudah terbukti dengan adanya libur bersama pada beberapa bulan yang lalu.

19 Oktober 2020 12:11 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari menilai libur bersama pada akhir Oktober 2020 memang memberi peluang bertambahnya kasus positip covid-19.

Menurutnya hal ini sudah terbukti dengan adanya libur bersama pada beberapa bulan yang lalu.

“Libur bersama juga memberi peluang untuk memunculkan kerumuman, terutama di tempat wisata. Begitu juga di tempat-tempat peristirahatan bagi yang berpergian jarak jauh,” ujar Lucy Kurniasari di Jakarta, Senin (19/10/2020).


Ingatkan Masyarakat yang Tak Percaya Vaksin, dr Reisa: Itu Artinya Kurang Informasi

Lucy mengatakan setiap ada kerumuman dengan sendirinya memberi peluang bertambahnya kasus positif covid-19. Karena itu, masyarakat sebaiknya tetap di rumah saja dalam mengisi libur bersama tersebut.

“Agar tidak jenuh, liburan di rumah dapat dilakukan dengan membuat kesibukan yang positif. Misalnya, merapihkan taman dengan menanam bunga yang lagi ngetren saat ini,” tuturnya.

Namun bagi yang tetap ingin berliburan, lanjut Lucy, sebaiknya masyarakat disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Untuk itu, sebaiknya sering mencuci tangan pakai sabun atau dengan hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak, dan makan makanan bergizi yang seimbang,” tuturnya.

Masalahnya, kata Lucy, hal itu mudah diucapkan tapi kerap susah dilaksanakan. Penggunaan masker misalnya, ketika bertemu sahabat atau family kerap maskernya dibuka. Begitu juga masalah jarak kerap jadi diabaikan.

“Jadi, hal yang paling aman lebih baik di rumah selama libur bersama. Sayangi keluarga dengan menahan diri tanpa keluar rumah,” kata Politisi Partai Demokrat ini.

“Untuk selanjutnya, sebaiknya pemerintah tidak usah melaksanakan libur bersama sampai pandemi covid-19 melandai. Setidaknya sampai masyarakat Indonesia sudah diberi vaksin,” pungkasnya.

Ma'ruf Amin Bicara Soal Dalil Vaksin Covid-19: Ada Perintah Agama Jaga Kesehatan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar