logo


806 Pelajar Terlibat Aksi Tolak UU Ciptaker, Stafsus Ketua DP BPIP: Buah dari Sistem Pendidikan Bermasalah.

Diketahui berdasarkan pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, ada 806 pelajar diamankan karena terlibat dalam aksi yang berujung ricuh dan aksi anarkis.

19 Oktober 2020 10:12 WIB

Benny Susetyo
Benny Susetyo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (Stafsus Ketua DP BPIP) Antonius Benny Susetyo ikut angkat bicara menanggapi keikutsertaan sejumlah pelajar dalam aksi unjuk rasa menuntut pencabutan Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker).

Diketahui berdasarkan pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, ada 806 pelajar diamankan karena terlibat dalam aksi yang berujung ricuh dan aksi anarkis.

“Terjadinya perbuatan anarkis oleh sejumlah pelajar saat demonstrasi UU Cipta Kerja pekan lalu. Demo yang mengakibatkan banyak fasilitas publik rusak itu, membuat para pelajar dibekuk oleh polisi," ujar Benny dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Senin (19/10/2020).


Tak Yakin, Iwan Sumule: Apa Netizen Percaya 812 Halaman Draf Omnibus Law Dibaca Jokowi?

Benny menuturkan keterlibatan para pelajar dalam aksi unjuk rasa yang berujung pada tindakan pengerusakan fasilitas publik adalah buah dari sistem pendidikan yang bermasalah.

"Kita gagal dalam pendidikan kritis untuk membangun karakter pendidikan, sehingga anak-anak akhinya menjadi objek dari eksploitasi. Anak-anak itu sebetulnya kurang memahami masalah dan realita tapi lebih digerakkan oleh emosi dan solidaritas,” jelasnya.

Dia menjelaskan, tindakan anarkis adalah pelanggaran terhadap hak publik yang mengakibatkan rasa aman dan damai terancam.

Dia menegaskan bahwa tindakan tersebut justru berkebalikan dengan perbuatan sejumlah pelajar pada aksi demo.

“Pelajar yang terdidik dengan Benny, tak akan mungkin berbuat anarkis. Jika hal itu ternyata terjadi, maka masalah yang sesungguhnya terjadi ada pada pendidikan yang mereka dapatkan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, anak-anak pelajar sangat mudah terprovokasi hingga melakukan vandalisme ketika sebuah peristiwa besar, seperti demonstrasi, memancing emosi mereka.

Namun, Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny menegaskan sekaligus mengingatkan, aparat kepolisian agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menindak para pelajar.

Peristiwa vandalisme dari aksi unjuk rasa kemarin hingga penangkapan sejumlah pelajar STM dan SMK menurut Benny menjadi pekerjaan besar bagi Menteri Pendidikan untuk berani mengoreksi sistem pendidikan yang ada saat ini.

“Pendidikan seharusnya menghasilkan transformasi sosial yang dapat memperkuat karakter anak-anak dalam mengenal baik dan buruknya suatu perbuatan. Dampak besar pendidikan juga akan menghasilkan tumbuh kembangnya kesadaran umat dalam suatu bangsa,” pungkasnya.

Pratikno Diperintah Jokowi Serahkan Naskah UU Ciptaker ke NU dan MUI, Sekretariat: Sekaligus Menjaring Masukan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar