logo


AS Ancam Jatuhkan Sanksi kepada Semua Pihak yang Lakukan Bisnis Senjata dengan Iran

AS mengatakan akan menjatuhkan sanksi terhadap semua pihak yang melakukan perdagangan senjata dengan Iran, meskipun sanksi embargo senjata Iran tidak diperpanjang oleh PBB

19 Oktober 2020 10:30 WIB

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo
Sekretaris Negara AS Mike Pompeo istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sanksi finansial dan embargo senjata Iran mulai 18 Oktober kemarin telah dicabut oleh PBB. Kendati demikian, AS malah menyebut jika penjualan senjata kepada Iran adalah sebuah pelanggaran terhadap resolusi PBB dimana hal tersebut akan berbuah sanksi.

"Untuk sepuluh tahun terakhir, negara-negara telah menunda pejualan senjata mereka kepada Iran dibawah sejumlah aturan PBB. Semua negara yang saat ini menantang aturan larangan ini secara jelas akan memicu konflik dan ketegangan," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, dikutip dari AFP melalui Sptunik news pada Senin (19/10).

Pompeo juga mengatakan bahwa AS siap menggunakan otoritas domestik mereka dalam menjatuhkan sanksi terhadap siapa saja yang berkaitan dengan pemasokan dan penjualan senjata konvensional kepada Iran atau pun sebaliknya.


Inflasi Tak Terkendali, Puluhan Ribu Warga Pakistan Desak Perdana Menteri untuk Mundur

Menurut Pompeo, Iran merupakan negara yang menjadi pendukung utama gerakan terorisme di seluruh dunia.

Sebelumnya, Iran telah mendapat sanksi dari Komunitas Kesepatakan Nuklir Internasional (JPOA) dan PBB pada tahun 2015 lalu, dimana mereka tidak diijinkan untuk melakukan transaksi pembelian maupun penjualan senjata api kepada pihak internasional. Sanksi tersebut berlaku selama 5 tahun.

Amerika Serikat bersikeras meminta sanksi tersebut untuk diperpanjang namun permohonan AS ditolak oleh sejumlah negara anggota Dewan Keamanan PBB, karena AS pada tahun 2018 lalu secara sepihak telah keluar dari JPOA dan mulai menjatuhkan kembali sanksi kepada Iran.

Afghanistan Tak Kunjung Damai, Taliban dan AS Kembali Bentrok

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia