logo


Inflasi Tak Terkendali, Puluhan Ribu Warga Pakistan Desak Perdana Menteri untuk Mundur

Puluhan orang pendemo menuding pihak militer telah melakukan kecurangan pada pemilu Pakistan tahun 2018 yang memenangkan Imran Khan sebagai perdana menteri

19 Oktober 2020 09:11 WIB

Aksi Protes ANti-pemerintah di Pakistan
Aksi Protes ANti-pemerintah di Pakistan Daily Express

KARACHI, JITUNEWS.COM - Puluhan ribu warga Pakistan melakukan aksi protes pada Minggu (18/10) di Karachi untuk meminta Perdana Menteri Imran Khan untuk mundur. Para demonstran menuding pihak militer sengaja melakukan kecurangan pada pemilu Pakistan 2018 yang memenangkan Imran Khan.

Sembilan partai oposisi Pakistan pada bulan lalu telah sepakat untuk bergabung dan membentuk sebuah gerakan yang mereka sebut dengan Pergerakan Demokrasi Pakistan (PDM) dan memulai sejumlah aksi protes anti pemerintah.

"Anda telah merebut lapangan pekerjaan dari masyarakat. Anda telah merebut makanan dari tangan rakyat," kata pemimpin oposisi Maryam Nawaz saat berorasi di depan demonstran, dikutip dari Reuters.


Trump Sebut AS Punya Rudal Hypersonic yang 20 Kali Lebih Cepat dari Kecepatan Suara

Untuk diketahui, Maryam Nawaz adalah putri dari tokoh politik Nawaz Sharif yang telah tiga kali terpilih menjadi Perdana Menteri Pakistan.

"Para petani kita kelaparan di rumah mereka....generasi muda kita sangat kecewa," kata seorang tokoh oposisi lainnya, Bilawal Bhuto Zardari.

Aksi protes tersebut muncul setelah perekonomian Pakistan tengah mengalami inflasi yang buruk dimana prosentasenya telah menyentuk dua digit, dengan tingkat pertumbuhan yang negatif.

"Inflasi telah merusak tulang punggung (perekonomian) rakyat, dimana hal itu memaksa mereka mengemis hanya untuk memberi makan anak-anaknya," kata Faqeer Baloch, salah satu tokoh oposisi.

"Ini adalah saat yang tepat bagi pemerintah untuk pergi," ujarnya.

Sementara itu, pemilu Pakistan berikutnya akan diselenggarakan pada 2023 mendatang.

Perancis dan Belanda Minta Uni Eropa Keluarkan Regulasi untuk Awasi Google dan Facebook

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia