logo


Tak Yakin, Iwan Sumule: Apa Netizen Percaya 812 Halaman Draf Omnibus Law Dibaca Jokowi?

Iwan menekankan agar UU Ciptaker dicabut karena telah menimbulkan kerusuhan di mana-mana.

18 Oktober 2020 10:34 WIB

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule (tengah)
Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule (tengah) istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule ragu Presiden Joko Widodo (Jokowi) membaca seluruh draf UU Ciptaker yang jumlahnya 812 halaman.

“Apa netizen percaya 812 hal draf UU Omnibus Law sedang dibaca Jokowi?” ujar Iwan, dilansir dari Fajar, Minggu (18/10).

Kecurigaan itu didasari polemik Peraturan Presiden (Perpres) 39/2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara Untuk Pembelian Kendaraan Perorangan yang dicetuskan pada 23 Maret 2015 lalu.


Soroti Rencana Pembenahan UU Ciptaker, Pengamat: Hanya Sekadar Gula-gula bagi Pimpinan Buruh

Perpres tersebut diurungkan usai Jokowi mengakui bahwa naiknya tunjangan uang muka (down payment/DP) pembelian mobil pribadi bagi pejabat negara bukan kebijakan yang tepat.

Jokowi lantas menegur para menteri lantaran kurang teliti dalam menyaring usulan kebijakan itu.

Bercermin dari hal itu, Iwan menekankan agar UU Ciptaker dicabut karena telah menimbulkan kerusuhan di mana-mana.

“UU Omnibus Law bikin ricuh bukannya dibatalin, malah tangkapin aktivis. Iya nggak sih?” pungkasnya.

Demokrat Sebut UU Ciptaker Buka Peluang bagi Buzzer Bikin Badan Usaha

Halaman: 
Penulis : Iskandar