logo


UU Ciptaker Ditolak Masyarakat, Moeldoko: Diajak Bahagia kok Susah Amat!

Moeldoko mengklaim UU Ciptaker adalah wajah baru yang mampu memberi kebahagiaan kepada masyarakat.

17 Oktober 2020 14:46 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko angkat bicara soal UU Omnibus Law Cipta Kerja yang mendapat penolakan dari sejumlah lapisan masyarakat. Menurutnya, kehadiran UU Ciptaker merupakan upaya pemerintah untuk memberikan wajah baru.

Moeldoko mengklaim wajah baru itu mampu memberi kebahagiaan kepada masyarakat.

Diketahui, Indeks Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report/ WHR) pada 2019 menempatkan Indonesia di posisi 92 dari 156 negara dunia. Di lingkup Asia Tenggara, Indonesia berada di bawah Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia.


Gatot Nurmantyo Berbalik Puji UU Ciptaker, Teddy: Gue Bilang Dia Akan Cari Selamat Ketimbang Jadi Lelaki Sejati

"Wajah Baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia dimana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karir, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat!," ujar Moeldoko, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (17/10).

Dia menjelaskan wajah baru itu adalah reformasi pada berbagai aspek lewat UU Cipta Kerja, meliputi penciptaan lapangan kerja baru. Dengan UU Cipta Kerja, pemerintah berupaya memberi jaminan pekerjaan, pendapatan lebih baik, dan bidang sosial.

"Coba bayangkan, sampai saat ini ada 33 juta orang yang mendaftar menjadi peserta Kartu Pra Kerja. Betapa besar kebutuhan lapangan kerja saat ini. Melalui UU Cipta Kerja ini, membuka kesempatan yang luar biasa bagi pengusaha kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi," tegasnya.

Minta Masyarakat Waspada dengan Kelompok Radikal, Ngabalin: Mereka Bergentayangan di Penolakan UU Ciptaker

Halaman: 
Penulis : Iskandar