logo


Menteri Erick dan Retno Gencar Diplomasi Vaksin Covid-19, Kemenlu: Untuk Menutup Kekurangan

Setiap negara mendapat jatah vaksin 20 persen dari total populasi

17 Oktober 2020 10:25 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan bahwa Indonesia saat ini tengah gencar melakukan diplomasi terkait vaksin Covid-19. Hal tersebut lantaran Indonesia hanya mendapat jatah vaksin 20 persen dari total polulasi.

"Dalam platform WHO disepakati kenapa 20 persen? Karean kita tahu kemampuan produksi vaksin tidak akan bisa mengejar secepat seluruh masyarakat dunia," kata Febrian dalam konverensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).

Febrian menjelaskan bahwa diplomasi yang dilakukan Menteri Dalam Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir dilakukan untuk menutup kekurangan persediaan vaksin secara bilateral. Ia mengatakan bahwa hubungan yang baik dengan negar lain akan mempermudah dalam pengadaan vaksin Covid-19.


Minta Pemerintah Sosialisasikan Vaksin Corona, IDI: Harus Merangkul ke Grass Root

"Bu Menlu dan Pak Erick kan kemana-mana tuh, ke UEA, Cina, sekarang ke Inggris dan ke Swiss. Inilah upaya untuk menutupi kekurangan dengan kerja sama bilateral dengan negara lain secara langsung," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa persediaan vaksin sangat terbatas. Oleh karena itu Indonesia perlu memesan terlebih dahulu meski vaksin Covid-19 saat ini masih dalam tahap uji klinis.

Singgung Demo Tolak UU Cipta Kerja, dr Tirta: Kita Pion-pion Catur yang Digerakkan Covax

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati