logo


Singgung Demo Tolak UU Cipta Kerja, dr Tirta: Kita Pion-pion Catur yang Digerakkan Covax

dr Tirta menyinggung soal Indonesia yang turut bergabung dengan Covax.

17 Oktober 2020 09:54 WIB

dr Tirta
dr Tirta Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Influencer dr Tirta baru-baru ini membongkar tentang perkembangan Covid-19 di Indonesia. Ia pun menyinggung soal Indonesia yang turut bergabung dengan Covax.

Covax adalah pogram dari PBB yang dibentuk dan dipimpin oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), Koalisi untuk Inovasi Tanggap Epidemi (CEPI), dan Aliansi for Vaccines and Immunization (GAVI).

dr Tirta menjelaskan bahwa Covax menawarkan beberapa keuntungan yakni mandapat vaksin dengan dosis minimal 20 persen dari populasi negara, pengiriman vaksin akan dilakukan secepat mungkin setelah vaksin ditemukan, memberi upaya untuk mengakhiri fase akut dan membantu membangun kembali perekonomian. Bahkan, menurutnya Covax hampir mirip dengan koperasi yang melibatkan 170 negara.


Pamerkan Vaksin Merah Putih ke WHO, Menlu: Selalu Ada Risiko dan Ketidakpastian

"Semacam koperasi, manaruh sejumlah uang dan dapat dosis 20 persen dari populasi," kata dr Tirta dalam siaran langsungnya di akun Instagramnya, Jumat (16/10/2020).

dr Tirta juga menyinggung soal demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Ia menduga demo tersebut digerakan oleh Covax. Pasalnya Demo tersebut telah menciptakan kerumunan sehingga memicu hard immunity dan hal tersebut memicu pembelian vaksin.

Ia heran dengan WHO yang sebelumnya menyayangkan Indonesia tidak lockdown, namun satu hari setelah pengesahan UU Cipta Kerja WHO memuji Indonesia yang tidak menerapkan lockdown. Rupanya saat itu bertepatan dengan penandatanganan Perpres terkait vaksin oleh Menkumham Yasonna Laoly.

"Kita pion-pion catur yang dimainkan oleh elite Covax," ujarnya.

Ia pun menyimpulkan bahwa Covid memang benar adanya, virus tersebut ditemukan pertama kali di China dan disebarkan ke seluruh dunia melalui para turis.

Turis China sengaja menyebarkan Covid-19 karena perjalanan ke Indonesia tidak ditutup. Saat itu Indonesia tidak menutup pintu dari China karena mendapatkan tekanan dari China. Seperti yang kita ketahui bahwa turis China menjadi salah satu penyumbang terbesar perekonomian Indonesia. Pada akhirnya, virus Covid-19 menyabar ke Indonesia dan memaksa Indonesia bergabung dengan Covax agar mendapat vaksin.

Minta Pemerintah Sosialisasikan Vaksin Corona, IDI: Harus Merangkul ke Grass Root

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati