logo


WHO Sebut Obat Remdesivir Buatan AS Tak Efektif Pulihkan Pasien Covid-19

Hasil penelitian WHO menyimpulkan bahwa obat remdesivir tak efektif dalam menyembuhkan pasien Covid-19

16 Oktober 2020 20:30 WIB

Ilustrasi Laboratorium Virus
Ilustrasi Laboratorium Virus istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyimpulkan bahwa obat anti virus buatan AS Remdesivir tidak efektif untuk digunakan dalam menangani pasien Covid-19.

WHO, pada Kamis (15/10), mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba terhadap empat jenis obat yang berpotensi untuk digunakan dalam menyembuhkan pasien Covid-19, yakni remdesivir, hidroklorokuin, obat auto imun interferon, dan obat HIV kombinasi lopinavir dan ritonavir.

Empat obat tersebut telah diujikan kepada 11,266 pasien Covid-19 dewasa di 500 rumah sakit yang berada di lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Hasilnya, tidak ada satu pun dari keempat obat tersebut yang efektif menyembuhkan pasien Covid-19.


PM Armenia Ungkap Alasan Turki Ikut Terlibat dalam Konflik Nagorno-Karabakh

Kepala peneliti WHO Soumya Swaminathan, pada Rabu (14/10) mengatakan bahwa uji coba yang mereka lakukan terhadap hidroklorokuin dan lopinavir/ritonavir telah dihentikan pada bulan Juni lalu karena telah terbukti tidak efektif. Meski demikian, uji coba terhadap dua jenis obat lainnya tetap dilakukan.

Hasil penelitian WHO tersebut tampaknya bertentangan dengan hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Gilead Science Inc selaku produsen obat remdesivir. Menurut hasil penelitian Gilead yang dirilis pada awal bulan ini, remdesivir diyakini mampu mempercepat proses pemulihan pasien Covid-19 dan memangkas waktu perawatan hingga lima hari. Sekitar 1000 pasien Covid-19 terlibat dalam uji coba yang dilakukan oleh Gilead tersebut.

"Data (WHO) yang muncul tampaknya tidak konsisten," kata Gilead dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip dari BBC pada Jumat (16/10).

"Kami khawatir data dari uji coba global secara terbuka belum mendapatkan kajian yang diperlukan untuk memungkinkan adanya diskusi ilmiah yang konstruktif," tambahnya.

Terlibat Perdagangan Narkotika, Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap oleh AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia