logo


Kemenkumham Lepas 30.000 Napi, Tokoh dan Demonstran Malah Ditangkapi

Fadli mengkritik rezim ini yang telah menangkap para tokoh dan demonstran yang menentang UU Ciptaker.

16 Oktober 2020 12:45 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR RI Fadli Zon menyesalkan penangkapan para tokoh, mahasiswa dan buruh terkait aksi penolakan UU Cipta Kerja.

Fadli mengungkit kebijakan pemerintah yang memberi asimilasi kepada ribuan penjahat pada awal April 2020 karena Covid-19. Namun, saat ini para tokoh, buruh, dan mahasiswa justru ditangkap dan dimasukkan ke bui.

“Awal April 2020, Kemenkumham lepaskan 30.000-an napi dari penjara dengan alasan Covid-19. Kini menangkapi tokoh-tokoh dan ribuan demonstran buruh, mahasiswa dan pelajar,” ujar Fadli Zon di akun Twitternya, Jumat (16/10).


Menaker Ida Fauziyah: UU Cipta Kerja Ini Bergigi Kuat, Tidak Ompong

Fadli menilai para tokoh yang ditangkap, seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat merupakan tahanan politik (tapol). Mereka disebut akan mengisi penjara yang ditinggalkan ribuan penjahat karena alasan Covid-19.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut rezim ini lebih kejam dari Belanda dalam memperlakukan tahanan politik. Pasalnya, tapol saat ini diperlakukan seperti penjahat kriminal.

“Dulu kolonialis Belanda jauh lebih sopan dan manusiawi memperlakukan tahanan politik,” ujarnya.

“Lihat Bung Karno di Ende, Bengkulu n Bangka. Bung Hatta n Syahrir memang lebih berat di Digul. Di Bandanaitra lebih longgar. Mereka masih diperlakukan manusiawi bahkan diberi gaji bulanan,” jelas Fadli.

Aktivis Politik Ditangkap, Fadli Zon: Dulu Kolonialis Belanda Jauh Lebih Sopan dan Manusiawi

Halaman: 
Penulis : Iskandar