logo


Eddy Soeparno: Persoalan Listrik di Cianjur Selatan Akan Diperjuangkan ke DPR

Pasokan listrik ke wilayah Cianjur Selatan, Jawa Barat (Jabar) masih tertinggal. Baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun pemerataan jaringan listrik.

16 Oktober 2020 11:09 WIB

Eddy melakukukan kunjungan kerja ke gardu induk Tanggeung dengan didampingi langsung Manager Unit Pelaksana Konstruksi Pembangkit Pembangunan Jawa Bagian Tengah (JBT) II, Andi Falahi.
Eddy melakukukan kunjungan kerja ke gardu induk Tanggeung dengan didampingi langsung Manager Unit Pelaksana Konstruksi Pembangkit Pembangunan Jawa Bagian Tengah (JBT) II, Andi Falahi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pasokan listrik ke wilayah Cianjur Selatan, Jawa Barat (Jabar) masih tertinggal. Baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun pemerataan jaringan listrik.

Bahkan, temuan pimpinan Komisi VII DPR RI, ada gardu induk PLN di Tanggeung yang tidak beroperasi selama 8 tahun.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengatakan bahwa persoalan ini akan diangkat pada persidangan di DPR.


Menteri ESDM Turunkan Tarif Listrik 7 Golongan Pelanggan Nonsubsidi

"Ini merupakan aspirasi masyarakat Cianjur. Kami berharap PLN dapat memberikan prioritas menuntaskan permasalahan listrik di Cianjur Selatan," ujar Eddy Soeparno di Jakarta, Kamis (15/10).

Sekjen PAN ini menambahkan permasalahan di Tanggeung berada di sektor finansial dan teknis. Seperti penetapan lokasi menara transmisi. Termasuk kendala finansial PLN untuk membiayai jalur transmisi ke gardu induk Tanggeung.

"Di sini (Tanggeung) memang kita sudah mampu mendapatkan masukan yang signifikan terkait permasalahan pembangunan infrastruktur listriknya. Agar listrik PLTU di Pelabuhan Ratu bisa sampai ke gardu induk ini," tuturnya.

Dalam kunjungan kerja ke gardu induk Tanggeung tersebut, Eddy didampingi langsung Manager Unit Pelaksana Konstruksi Pembangkit Pembangunan Jawa Bagian Tengah (JBT) II, Andi Falahi.

Andi membenarkan, terkait kendala teknis dan finansial yang dihadapinya. Termasuk persoalan pembebasan lahan. Namun pihaknya sudah mendapatkan solusi akan diterbitkannya penetapan lokasi oleh Pemprov Jabar.

"Dengan pertemuan ini, bisa difasilitasi ke pemerintah pusat untuk mencarikan solusi," ungkapnya.

Ia menambahkan, PLN memerlukan 270 tower atau 130 kilometer untuk mengaliri listrik dari PLTU Pelabuhan Ratu dengan kapasitas 1.000 mega watt dan di Gardu Induk Tanggeung 150 kilo volt.

Artinya, pasokan listrik tidak hanya menyuplai wilayah Kecamatan Tanggeung saja. Namun juga mengakomodir listrik ke kecamatan sekitar Tanggeung. "Jika ini tersalurkan listrik, bukan hanya Kecamatan Tanggeung saja, tapi kecamatan sekitar pun akan terang," kata Andi.

Ahok Minta Kementerian BUMN Dibubarkan, Dahlan Iskan: Bukan Pemikiran Baru

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar